Mudjoko

Laki-laki, XX tahun

Kudus, Indonesia

SELAMAT DATANG DI BLOG PERJALANANKU, MY LIFE MY BLOG adalah blog yang menceritakan semua yang saya suka, Inspirasi, dan Motivasi.Selamat bergabung di blog saya, semoga bisa jadi motivasi dan inspirasi bagi anda yang membacanya Semoga Bermanfaat.

Visit My Blog :
=>tritunggaljayakudus.blogspot.com
=>tritunggaljaya-kudus.blogspot.com
=>tritunggal-jayakudus.blogspot.com
=>mudjoko.kds@gmail.com
::
Start
Mudjoko™ Kangmas Djoko
Shutdown

Navbar bawah

Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label pengertian penyakit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pengertian penyakit. Tampilkan semua postingan

Jumat, 26 Desember 2014

Pengertian Penyakit Herpes Zoster, Penyebab, Gejalan dan Pengobatan

Pengertian Penyakit Herpes Zoster, Penyebab, Gejalan dan Pengobatan
herpes zoster | photo:herpessimplex1
Pengertian penyakit Herpes zoster, gejala, penyebab dan cara pengobatan. Herpes zoster biasa disebut juga sebagai shingles atau cacar ular cacar api. Herper zoster cenderung menyerang orang lanjut usia dan penderita penyakit imunosupresif (sistem imun lemah) seperti penderita AIDS, leukemia, lupus, dan limfoma.


Penyebab

Herpes disebabkan oleh virus varicella-zoster. Orang yang pernah menderita cacar air, virus varicella-zoster akan menetap dalam kondisi dorman (tidak aktif atau laten) pada satu atau lebih ganglia (pusat saraf) posterior. Dan virus tersebut akan aktif kembali apabila seseorang mengalami penurunan imunitas dan kemudian menyebar melalui saraf tepi ke kulit sehingga menimbulkan penyakit herpes zoster. Di kulit, virus akan memperbanyak diri dan membentuk bintil-bintil kecil berwarna merah, berisi cairan, dan menggembung pada daerah sekitar kulit yang dilalui virus tersebut.

Cara Penularan

Herpes zoster ditularkan antarmanusia melalui kontak langsung, salah satunya adalah transmisi melalui pernapasan sehingga virus tersebut dapat menjadi epidemik di antara inang yang rentan. Resiko terjangkit herpes zoster terkait dengan pertambahan usia. Hal ini berkaitan adanya immunosenescence, yaitu penurunan sistem imun secara bertahap sebagai bagian dari proses penuaan. Selain itu, hal ini juga terkait dengan penurunan jumlah sel yang terkait dalam imunitas melawan virus varicella-zoster pada usia tertentu. Penderita imunosupresi, seperti pasien HIV/AIDS yang mengalami penurunan CD4 sel-T, akan berpeluang lebih besar menderita herpes zoster sebagai bagian dari infeksi oportunistik.

Herpes Zoster bukan Herpes Genital atau Herpes Simplex, oleh karenanya Herpes Zoster yang merupakan bawaan dari Penyakit Cacar Air atau Varisela Zoster tidak akan menular pada orang lain menjadi Herpes Zoster juga, kecuali orang tersebut belum pernah terkena Cacar Air, maka ia bisa terjangkit Cacar Air. Tetapi pada umumnya orang dewasa telah pernah terkena Cacar Air pada masa kecilnya, sedangkan Balita zaman sekarang yang telah divaksinasi lengkap juga telah mendapat Vaksinasi Cacar Air (Varisela). Vaksinasi Varisela sebaiknya diberikan pada orang yang belum pernah terkena Cacar Air, tetapi bagi mereka yang telah berusia di atas 50 tahun sebaiknya diberikan Vaksinasi Varisela apakah sudah pernah terkena Cacar Air atau tidak sebagai booster (penguat), sehingga jika timbul Lepuh (singhle) Herpes Zoster tidak parah. Sebagaimana halnya Vaksinasi MMR yang juga menggunakan Virus yang dilemahkan, maka pasien yang divaksinasi harus dalam kondisi Fit agar demam akibat vaksinasi minimal.

Gejala

Berikut gejala-gejala penyakit herpes zoster :

1. Awal terinfeksi virus, pasien akan menderita rasa sakit seperti terbakar dan kulit menjadi sensitif selama beberapa hari hingga satu minggu. Penyebab terjadinya rasa sakit yang akut tersebut sulit dideteksi apabila ruam atau bintil merah pada kulit belum muncul.

2. Ruam shingles mulai muncul dari lepuhan kecil di atas dasar kulit merah dengan lepuhan lainnya terus muncul dalam 3-5 hari. Lepuhan atau bintil merah akan timbul mengikuti saraf dari sumsum tulang belakang dan membentuk pola seperti pita pada area kulit.

3. Penyebaran bintil-bintil tersebut menyerupai sinar (ray-like) yang disebut pola dermatomal. Bintil akan muncul di seluruh atau hanya sebagian jalur saraf yang terkait. Biasanya, hanya satu saraf yang terlibat, namun di beberapa kasus bisa jadi lebih dari satu saraf ikut terlibat.

4. Bintil atau lepuh akan pecah dan berair, kemudian daerah sekitarnya akan mengeras dan mulai sembuh.

Gejala-gejala tersebut diatas akan terjadi dalam selama kurang lebih 3 hingga 4 minggu. Pada sebagian kecil kasus, ruam tidak muncul tetapi hanya ada rasa sakit.

Cara Mendeteksi Herpes Zoster

Berikut cara mendeteksi penyakit herpes zoster:
  1. Kultur virus
  2. Deteksi antigen
  3. Uji serologi
  4. PCR

Pengobatan

Pengobatan terhadap herpes zoster terdiri dari tiga hal utama yaitu :

1. Pengobatan infeksi virus akut

2. Pengobatan rasa sakit akut yang berkaitan dengan penyakit tersebut

3. Pencegahan terhadap neuralgia pascaherpes.

Penggunaan agen antiviral dalam kurun waktu 72 jam setelah terbentuk ruam akan mempersingkat durasi terbentuknya ruam dan meringankan rasa sakit akibat ruam tersebut. Apabila ruam telah pecah, maka penggunaan antiviral tidak efektif lagi.

Untuk meringankan rasa sakit akibat herpes zoster, sering digunakan kortikosteroid oral (contoh prednisone). Sedangkan untuk mengatasi neuralgia pascaherpes digunakan analgesik (Topic agents), antidepresan trisiklik, dan antikonvulsan (antikejang).

Pencegahan

Pencegahan dapat dilakukan dengan pemberian vaksinasi yang berfungsi untuk meningkatkan respon spesifik limfosit sitotoksik terhadap virus tersebut pada pasien seropositif usia lanjut. Vaksin herpes zoster sendiri merupakan virus herpes zoster yang telah dilemahkan atau komponen selular virus tersebut yang berperan sebagai antigen. Cara ini telah terbukti dapat mencegah atau mengurangi risiko terkena penyakit tersebut pada pasien yang rentan, yaitu orang lanjut usia dan penderita imunokompeten, serta imunosupresi.

Itulah penjelasan singkat mengenai penyakit herpes zoster dari pengertiannya, pencegahan, cara penularan dan pengobatan. Semoga bermanfaat.

Sumber referensi :

http://id.wikipedia.org/wiki/Herpes_zoster diakses tanggal 27 desember 2014
Read More --►

Sabtu, 20 Desember 2014

Pengertian Penyakit Keputihan, Gejala, Penyebab dan Pencegahan

Pengertian Penyakit Keputihan, Gejala, Penyebab dan Pencegahan
Pengertian penyakit keputihan, gejala, penyebab dan pengobatan. Keputihan merupakan penyakit yang dialami oleh kaum hawa. Keputihan adalah keluarnya cairan bukan darah yang berlebihan dari kelamin perempuan (vagina).


Jenis Keputihan

Keputihan atau Fluor Albus merupakan sekresi vaginal pada wanita. Keputihan pada dasarnya dapat digolongkan menjadi dua golongan yaitu :

1. Keputihan normal (fisiologis)

Keputihan fisiologis adalah keputihan yang biasanya terjadi setiap bulannya, biasanya muncul menjelang menstruasi atau sesudah menstruasi ataupun masa subur

Ciri-ciri cairan keputihan fisiologis :
  1. Encer
  2. Berwarna krem atau bening
  3. Tidak berbau
  4. Tidak menyebabkan gatal
  5. Jumlah cairan yang keluar terbilang sedikit

2. Keputihan abnormal (patologis)

Keputihan patologis dapat disebabkan oleh infeksi biasanya disertai dengan rasa gatal di dalam vagina dan di sekitar bibir vagina bagian luar. Yang sering menimbulkan keputihan ini antara lain bakteri, virus, jamur atau juga parasit. Infeksi ini dapat menjalar dan menimbulkan peradangan ke saluran kencing, sehingga menimbulkan rasa pedih saat si penderita buang air kecil.

Ciri-ciri cairan keputihan patologis :
  1. Kental
  2. Berwarna putih seperti susu, atau berwarna kuning atau juga hijau
  3. Terasa gatal
  4. Berbau yang tidak sedap
  5. Biasanya menyisakan bercak-bercak yang telihat pada celana dalam wanita
  6. Jumlah cairan yang keluar sangat banyak.

Asal keputihan

Leukorea berasal dari:
  1. Vulva.
  2. Vagina.
  3. Servik uteri.
  4. Korpus uteri.
  5. Tuba.

Gejala keputihan
  1. Keputihan normal (fisiologis), sebenarnya tidak berwarna putih dan tidak cocok disebut keputihan, banyak dipengaruhi oleh sistem hormonal, sehingga banyak sedikitnya sekret/cairan vagina sangat bergantung pada siklus bulanan dan stress yang juga dapat mempengaruhi siklus bulanan itu sendiri.
  2. Cairan sekresi berwarna bening, tidak lengket dan encer.
  3. Tidak mengeluarkan bau yang menyengat.
  4. Gejala ini merupakan proses normal sebelum atau sesudah haid dan tanda masa subur pada wanita tertentu.
  5. Pada bayi perempuan yang baru lahir, dalam waktu satu hingga sepuluh hari, dari vaginanya dapat keluar cairan akibat pengaruh hormon yang dihasilkan oleh plasenta atau uri.
  6. Gadis muda kadang-kadang juga mengalami keputihan sesaat sebelum masa pubertas, biasanya gejala ini akan hilang dengan sendirinya.
  7. Biasanya keputihan yang normal tidak disertai dengan rasa gatal. Keputihan juga dapat dialami oleh wanita yang terlalu lelah atau yang daya tahan tubuhnya lemah. Sebagian besar cairan tersebut berasal dari leher rahim, walaupun ada yang berasal dari vagina yang terinfeksi, atau alat kelamin luar.
  8. Pada wanita hamil keputihan lebih sering timbul, karena pada ssat wanita hamil, maka kekebaln tubuhnya akan menurun.
  9. Pada waktu menopause dimana keseimbangan hormonalnya terganggu.
  10. Pada orang tua dimana kekebalan tubuhnya sudah menurun dapat pula timbul Keputihan
  11. Keputihan abnormal (patologis)
  12. Keluarnya cairan berwarna putih pekat, putih kekuningan, putih kehijauan atau putih kelabu dari saluran vagina. Cairan ini dapat encer atau kental, lengket dan kadang-kadang berbusa.
  13. cairan ini mengeluarkan bau yang menyengat.
  14. Pada penderita tertentu, terdapat rasa gatal yang menyertainya serta dapat mengakibatkan iritasi pada vagina.
  15. Merupakan salah satu ciri-ciri penyakit infeksi vagina yang berbahaya seperti HIV, Herpes, Candyloma.

Penyebab keputihan

Penyebab keputihan secara umum adalah:
  1. Ketidakseimbangan hormon
  2. Gejala suatu penyakit tertentu
  3. Rusaknya keseimbangan biologis dan keasaman (ph) lingkungan vagina.
  4. Sering memakai tissue saat membasuh bagian kewanitaan, sehabis buang air kecil maupun buang air besar
  5. Memakai pakaian dalam yang ketat dari bahan sintetis (bukan katun), sehingga berkeringat dan memudahkan timbulnya jamur
  6. Sering menggunakan WC Umum yg kotor
  7. Tidak mengganti panty liner
  8. Membilas vagina dari arah yang salah, yaitu dari arah anus ke arah depan vagina
  9. Sering bertukar celana dalam/handuk dengan orang lain
  10. Kurang menjaga kebersihan vagina
  11. Kelelahan yang amat sangat
  12. Stress
  13. Tidak segera mengganti pembalut saat menstruasi
  14. Sering membasuh vagina, yang harus dibasuh adalah vulva (bagian yang menggembung) dan bukan vaginanya
  15. Tidak mejalani pola hidup sehat (makan tidak teratur, tidak pernah olah raga, tidur kurang)
  16. Lingkungan sanitasi yang kotor.
  17. Sering mandi berendam dengan air hangat dan panas. Jamur yang menyebabkan keputihan lebih mungkin tumbuh di kondisi hangat.
  18. Sering berganti pasangan dalam berhubungan sex
  19. Kadar gula darah tinggi
  20. Sering menggaruk vagina
  21. Sedangkan dengan memperhatikan cairan yang keluar, kadang-kadang dapat diketahui penyebab keputihan.
  22. Infeksi kencing nanah, misalnya, menghasilkan cairan kental, bernanah dan berwarna kuning kehijauan.
  23. Keputihan yang disertai bau busuk dapat disebabkan oleh kanker.
  24. Keputihan akibat jamur Candida albicans, Keputihan jenis ini memiliki ciri-ciri warna putih seperti susu,cairan kental,  bau tak sedap dan sangat gatal, terkadang dapat menimbulkan radang pada vagina sehingga kelihatan kemerahan.
  25. Keputihan akibat bakteri Vaginosis atau Gardnerella, Keputihan jenis ini memiliki ciri-ciri warna abu-abu, tidak terlalu kental,  cairan berbuih, mengeluarkan bau yang amis, dan gatal yang mengganggu.
  26. Keputihan akibat parasit Trichomonas vaginalis, Keputihan jenis ini memiliki ciri-ciri warna kehijauan atau kuning,  cairan berbuih dan bau amis, tidak menimbulkan gatal, tetapi saat ditekan, vagina akan terasa sakit. keputihan ini dapat ditularkan melalu hubungan seks yang tidak sehat, perlengkapan kamar mandi atau kloset.
  27. Keputihan akibat virus, Keputihan jenis ini dapat diakibatkan oleh virus, HIV, Herpes atau Candyloma. keputihan yang diakibatkan oleh jenis ini dapat memicu kanker rahim, pada keputihan herpes biasanya disertai tanda-tanda herpes seperti luka yang melepuh, sedangkan pada keputihan candyloma disertai tanda-tanda candyloma berupa kutil-kutil yang tumbuh di vagina atau rahim. Penyakit herpes atau candyloma terkadang tidak terdeteksi secara dini, karena umumnya tanda-tandanya tidak mudah terlihat, karena muncul di dalam vagina.

Pencegahan

  1. Bersihkan selalu organ intim anda dengan menggunakan pembersih yang tidak menyebabkan gangguan kestabilan pH pada daerah vagina anda. Gunakan produk pembersih terbuat dari bahan susu. Produk yang terbuat dari bahan dasar susu dapat menjaga pH seimbang juga meningkatkan flora dan bakteri yang tidak bersahabat dapat ditekan. Penggunaan sabun antiseptik kurang baik bagi vagina dalam jangka panjang, karena bersifat agat keras.
  2. Jangan menggunakan bedak atau bubuk yang bertujuan membuat vagina harum atau kering. Bedak sangat kecil dan halus, hal ini mudah terselip dan tidak dapat terbersihkan, sehingga mengundang datangnya jamur pada vagina.
  3. Keringkanlah selalu vagina anda setelah mandi, cebok atau mencui vagina sebelum anda berpakaian
  4. Pakailah selalu pakaian dalam yang kering. Usahakan selalu untuk membawa cadangan guna berjaga-jaga jika celana dalam anda perlu diganti
  5. Gunakan celana luar yang memiliki pori-pori cukup, jangan terlalu seirng menggunakan celana luar yang ketat, hal ini dapat menyebabkan sirkluasi di daerah kewanitaan terganggu.
  6. Gunakan celana dalam dari bahan katun, karena bahan katun mampu menyerap keringat.
  7. Saat periode menstruasi, seringlah anda mengganti pembalut
  8. Panty liner digunakan saat dirasa perlu saja, janga digunakan terlalu lama.
  9. Jika anda stress, ambil waktu libur atau cuti anda, rileks kan pikiran anda sejenak. Karena stress juga dapat memacu keputihan
  10. Kurangi untuk kegiatan yang membuat anda sangat letih, kepanasan dan banyak mengeluarkan keringat, atau jika sudah melakukan aktivitas tersebut, segera mandi dan bersihkan tubuh anda khususnya daerah kemaluan.

Pengobatan

Sebaiknya konsultasi dengan dokter tentang masalah keputihan, karena dokter akan memberikan obat-obatan sesuai dengan penyebab keputihan yang dialami. Bila setelah pengobatan dari dokter keputihan tidak juga sembuh, maka sebaiknya dilakukan pengecekkan lebih lanjut. Hal ini mungkin disebabkan oleh penyakit serius seperti kanker leher Rahim yang biasanya ditandai dengan cairan banyak, bau busuk, sering disertai darah tak segar.

Tambahan

Istilah keputihan acap kali digunakan sebagai referensi umum untuk sekresi vaginal, baik yang normal maupun abnormal. Karena tidak ada istilah lain dalam bahasa Indonesia yang umum dipakai untuk sekresi vaginal. Hal ini menimbulkan kerancuan di masyarakat.

Sebenarnya Vagina telah memiliki Keseimbangan Keasaman Vagina dan Bakteri. Membasuh Vagina akan menyebabkan keseimbangan terganggu dan membunuh/membuang Bakteri Baik, apalagi jika menggunakan sabun atau cairan antiseptic ataupun Cairan/Ramuan Herbal. Hal ini dapat menimbulkan Keputihan, karena Bakteri Baiknya telah mati dan tidak lagi memiki pertahanan yang cukup terhadap infeksi. Vaginal Douche atau Pencucian Vagina baik menggunakan Cairan Kalium Permanganat yang murah ataupun Cairan Antiseptic juga dapat menimbulkan Keputihan.

Sumber referensi :
http://id.wikipedia.org/wiki/Keputihan diakses tanggal 20 desember 2014
http://bidanku.com/keputihan-pada-wanita-jenis-penyebab-dan-pencegahan diakses tanggal 20 desember 2014

http://dokita.co/blog/penyebab-keputihan-dan-cara-mengatasinya/ diakses tanggal 20 desember 2014
Read More --►

Senin, 17 November 2014

Pengertian Amnesia, Penyebab Gejala dan Pengobatan

Pengertian Amnesia, Penyebab Gejala dan Pengobatan
ilustrasi amnesia | photo : google
Pengertian Amnesia Penyebab Gejala dan Pengobatan. Amnesia merupakan gangguan otak dimana kondisi terganggunya daya ingat. Dan juga ketidakmampuan membayangkan masa depan dan akan menyebabkan penderita selalu terbayang peristiwa yang telah terjadi dan terlupakan jika bertemu kembali dengan sesuatu yang terlupakan tersebut.


Penyebab

Penyebab amnesia dapat berupa organik atau fungsional.

1. Penyebab organik

Penyebabnya dapat berupa kerusakan otak, akibat trauma atau penyakit, atau penggunaan obat-obatan (biasanya yang bersifat sedatif) dan yang terparah bisa juga disebabkan oleh opeerasi transplantasi sum-sum tulang belakang.

2. Penyebab fungsional

Penyebabnya merupakan faktor psikologis, seperti halnya mekanisme pertahanan ego.
Penyebab amnesia bisa berupa gangguan sistemik, gangguan otak primer, atau obat-obatan. Gangguan ini mengakibatkan penderita hanya mampu mengingat atau bahkan tidak mampu mengingat riwayat dirinya.

Amnesia dapat pula terjadi secara spontan, seperti terjadi pada transient global amnesia. Jenis amnesia global ini umum terjadi mulai usia pertengahan sampai usia tua, terutama pada pria, dan biasanya berlangsung kurang dari 24 jam.

Gejala

Gejala yang dapat dilihat adalah penderita tidak mampu mempelajari hal-hal baru atau mengingat hal-hal sebelumnya. Penderita juga mengalami hambatan pada fungsi sosial dan pekerjaan. Meski demikian pemeriksaan medis lebih akurat untuk mengetahui penderita mengalami amnesia atau gangguan otak lain.

Bentuk amnesia

Ada dua kategori amnesia yaitu :

1. Anterograde amnesia

Yaitu kondisi dimana kejadian baru dalam ingatan jangka pendek tidak ditransfer ke ingatan jangka panjang yang permanen. Penderitanya tidak akan bisa mengingat apapun yang terjadi setelah munculnya amnesia ini walaupun baru berlalu sesaat.Tidak dapat disembuhkan dengan terapi(lupa permanen).

2. Retrograde amnesia

Yaitu ketidakmampuan memunculkan kembali ingatan masa lalu yang lebih dari peristiwa lupa biasa.Dapat disembuhkan dengan terapi.
Kedua kategori amnesia tersebut dapat muncul bersamaan pada pasien yang sama. Contohnya seperti pada pengendara sepeda motor yang tidak mengingat akan pergi kemana dia sebelum tabrakan (retrograde amnesia), juga melupakan tentang kejadian di rumah sakit dua hari setelahnya (anterograde amnesia).

3. Amnesia parsial

Ini merupakan jenis amnesia lain yang cukup parah. Kondisini diaman seseorang tidak mampu mengingat beberapa orang dalam jangka waktu 3 tahun bahkan selamanya, kejadian ini biasanya disebabkan oleh seseorang tersebut mengalami operasi transplantasi sum-sum tulang belakang. Kejadian ini cukup langka karna tidak banyak orang yang mau untuk melakukan tranplantasi sum-sum tulang belakang untuk pengobatan penyakit Thalassemia Mayor.

Pengobatan 

Walaupun amnesia sangat sulit atau bahkan tidak dapat diobati, tetapi kita dapat melakukan langkah-langkah berikut untuk penanganannya. Penanganan pada penderita amnesia dapat dilakukan dengan pendekatan suportif. Pendekatan berupa mendekatkan hal-hal yang berkaitan baik waktu dan tempat yang pernah atau sedang dialami penderita.

Itulah penjelasan singkat mengenai penyakit amnesia. Semoga bermanfaat

Sumber referensi :
http://id.wikipedia.org/wiki/Amnesia diakses tanggal 18 november 2014

http://health.detik.com/readpenyakit/2/amnesia?mode_op=pengobatan diakses tanggal 18 november 2014
Read More --►
Energy Saving Mode
Gunakan Mouse untuk Keluar Mode Energy Saving