Mudjoko

Laki-laki, XX tahun

Kudus, Indonesia

SELAMAT DATANG DI BLOG PERJALANANKU, MY LIFE MY BLOG adalah blog yang menceritakan semua yang saya suka, Inspirasi, dan Motivasi.Selamat bergabung di blog saya, semoga bisa jadi motivasi dan inspirasi bagi anda yang membacanya Semoga Bermanfaat.

Visit My Blog :
=>tritunggaljayakudus.blogspot.com
=>tritunggaljaya-kudus.blogspot.com
=>tritunggal-jayakudus.blogspot.com
=>mudjoko.kds@gmail.com
::
Start
Mudjoko™ Kangmas Djoko
Shutdown

Navbar bawah

Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label kanker. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kanker. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Januari 2015

Bahaya Dibalik Penggunaan Minyak Bekas Secara Berulang-ulang

Bahaya Dibalik Penggunaan Minyak Bekas Secara Berulang-ulang
Minyak goreng (foto:wallpaper777.com)
Rata-rata ibu rumah tangga, menggunakan kembali minyak bekas hasil gorengan, untuk digunakan kembali. Padahal sebenarnya penggunaan minyak bekas yang berulang-ulang dapat merugikan kesehatan.


Tidak hanya pada ibu rumah tangga, penjual gorengan di pasaran juga menggunakan minyak bekas secara berulang-ulang. Untuk mengetahui apa saja risiko dari penggunaan minyak bekas, yuk kita simak ulasannya dibawah ini.

Seperti dilansir Viva.co.id, ketika menanyakan masalah ini kepada Nina Amelia, dokter dari laman Meetdoctor dan menurutnya penggunaan minyak bekas secara berulang-ulang bisa membahayakan kesehatan. Sebab ketika minyak bekas dipanaskan kembali, akan membentuk senyawa radikal bebas, yang mampu mencemari tubuh. Senyawa ini juga memicu risiko terkena kanker, stroke, serangan jantung, parkinson, hingga alzhaimer.


Namun kebiasaan ini sangat sulit dihindari, karena sudah berjalan bertahun-tahun. Namun dengan sedikit informasi ini dapat membantu anda mengetahui bahaya penggunaan minyak goreng secara berulang-ulang. 
Read More --►

Senin, 22 Desember 2014

5 Suplemen Alami Cegah Pertumbuhan Sel Kanker

5 Suplemen Alami Cegah Pertumbuhan Sel Kanker
ilustrasi berjemur | photo:healthkompas
Kanker merupakan salah satu penyakit yang menakutkan. Penyakit ini juga telah banyak memakan korban. Banyak penyebab dari pertumbuhan sel kanker dalam tubuh, namun untuk mencegah hal itu terjadi sebaiknya kita melakukan pencegahan sejak dini. Salah satunya adalah dengan mengonsumsi suplemen yang dapat mencegah pertumbuhan sel kanker. 


Seperti dilansir Life Viva berikut 5 suplemen yang dapat membantu tubuh mencegah pertumbuhan sel-sel kanker.

Vitamin D

Vitamin D dikenal dengan manfaatnya yang baik untuk tulang dan gigi. Namun tidak hanya itu sebuah penelitian menunjukkan bahwa asupan vitamin D dalam jumlah yang cukup untuk tubuh dapat mencegah datangnya kanker payudara, rahim, pankreas, dan kanker-kanker lainnya. Anda dapat dengan mudah untuk mendapatkan asupan vitamin D, hanya dengan berjemur dibawah sinar matahari pagi.

Vitamin B

VItamin B terdiri dari beberapa bagian dan salah satunya adalah vitamin B6 dan B9. Vitamin B6 dan B9 telah terbukti dapat menyembuhkan kanker usus besar. Untuk mendapatkan asupan multivitamin B anda dapat mengonsumsi makanan alami seperti susu, telur, ikan, dan keju.

Teh Hijau

Teh hijau ternyata juga dapat mencegah pertumbuhan sel kanker, ini dibuktikan pada sebuah penelitian di China. Teh mengandung antioksidan yang dapat mencegah pertumbuhan zat-zat buruk yang ada dalam tubuh.

Bawang Putih

Bumbu dapur yang satu ini juga merupakan salah satu pembasmi sel kanker. Bawang putih dapat memperkecil risiko terkena kanker payurada, usus, sampai kanker pankreas. Penelitian tentang manfaat bawang putih mencegah kanker masih terus dipelajari untuk mengetahui sejauh mana kinerja bawang putih.

Minyak Ikan

Minyak ikan jika dikonsumsi secara rutin dapat membuat anda terhindar dari kanker. Tidak hanya itu, dalam minyak ikan terdapat kandungan baik yang juga bisa bermanfaat untuk mengobati penyakit jantung dan mencegah gejala depresi.


Itulah 5 suplemen yang dapat dikonsumsi untuk mencegah pertumbuhan sel-sel kanker. Semoga bermanfaat.
Read More --►

Minggu, 16 November 2014

Merokok Salah Satu Penyebab Kanker Mulut

Merokok Salah Satu Penyebab Kanker Mulut
Penelitian terbaru menunjukan bahwa merokok dapat menyebabkan kanker mulut. Hal inilah yang membuat pemerintah memasang gambar kanker mulut pada pembungkus rokok. Tidak hanya itu rokok dapat memicu masalah penyakit lainnya seperti jantung dan paru-paru.


Seperti yang dilansir oleh Vivalife, studi yang dilakukan di Inggris dengan hasilnya lebih dari 6.700 orang didiagnosa mengidap kanker mulut pada tahun lalu. Kampanye amal yang dilakukan oleh Mouth Cancer Action Month ini berusaha untuk mendorong tindakan melalui deteksi dini dan pencegahan.

Banyak dari mereka yang tidak menyadari akan penyakit kanker mulut, Mr Cascarini menyoroti indikator utama dari penyakit ini, seperti dilansir laman Female First. 

Gejala umum kanker mulut adalah penyakit maag atau benjolan yang tidak hilang pada mulut. Hal ini mungkin saja tidak terlalu menyakitkan dan benjolan tersebut dapat timbul di mana saja pada area mulut seperti lidah, pipi, atau dasar mulut. 


Apabila gejala benjolan tersebut berlangsung lebih dari dua minggu, sebaiknya lakukan pengecekkan ke dokter spesialis mulut. Jika kanker pada tulang, indikatornya gigi akan terasa goyang. Walaupun gejala ini jarang terjadi tetapi sebaiknya perlu anda ketahui.
Read More --►

Senin, 10 November 2014

Golongan Darah Pengaruhi Risiko Kanker Prostat

Golongan Darah Pengaruhi Risiko Kanker Prostat
kanker prostat | photo:meetdoctor
Kanker prostat adalah penyakit yang umumnya menyerang kaum pria. Telah terjadi 28 ribu kasus kematian di Amerika Serikat, akibat penyakit ini sejak tahun 2010. Hal inilah yang membuat para peneliti melakukan penelitian untuk mengetahui penyebab umumnya.


Gejala kanker prostat ini seperti sulit dan nyeri saat buang air kecil, ada darah di dalam urin dan air mani, nyeri pinggul, atau panggul dan ejakulasi yang menyakitkan.

Seperti dilansir Vivalife, dari hasil penelitian, ditemukan bahwa kanker prostat ternyata memiliki keterkaitan dengan golongan darah seseorang.

Penelitian oleh Tokyo Medical University di Jepang mengemukakan bahwa pria dengan golongan darah O, memiliki risiko lebih kecil terhadap kanker prostat dari pada mereka yang memiliki golongan darah A. Dari penelitian tersebut, tim mencatat bahwa variasi golongan darah tidak hanya berhubungan dengan risiko pengembangan kanker prostat, tetapi juga tingkat kekambuhannya. Tercatat bahwa pria dengan golongan darah O, 35 persen lebih kecil kemungkinannya untuk mengalami kekambuhan kanker prostat, dibanding pria yang bergolongan darah A.

"Untuk pertama kalinya, ada penelitian yang menunjukkan bahwa kanker prostat kambuh berdasarkan golongan darah," kata Yoshio Ohno, peneliti dari Tokyo Medical University.


Belum diketahui antara keterkaitan golongan darah dengan risiko kanker prostat. Namun dengan adanya hasil temuan ini dapat menjadikan pendekatan dalam melakukan pengobatan.
Read More --►

Sabtu, 18 Oktober 2014

Cara Mudah Cegah Kanker Payudara

Cara Mudah Cegah Kanker Payudara
photo:radaronline
Dalam catatan Menteri Kesehatan RI setiap tahunnya ditemukan 100 ribuan kasus baru kanker payudara pada masyarakat Indonesia. Hal ini merupakan jumlah yang banyak. Untuk mengurangi jumlah tersebut menurut menteri kesehatan, kanker payudara dapat dicegah dan dideteksi sedini mungkin sebelum menjadi kanker ganas yang mematikan.


Langkah-langkah untuk mencegah kanker payudara adalah dengan menerapkan pola gaya hidup sehat seperti yang dilansir health liputan 6 :

1. Berat Badan
jagalah berat badan anda agar tetap ideal. Presiden dan pendiri Ralph Lauren Center for Cancer and Prevention di New York, Harold Freeman, M.D mengatakan bahwa berat badan yang berlebih meningkatkan risiko terkena penyakit kanker payudara.

2. Olah Raga
Gunakanlah waktu kosong anda selama 45 sampai 60 menit setiap hari untuk berolahraga. Olah raga secara teratur dapat membantu mencegah penyakit dengan meningkatkan fungsi kekebalan tubuh, menangkal obesitas, dan menurunkan kadar estrogen dan insulin.

3. Kurangi konsumsi alkohol
hasil penelitian menunjukkan bahwa minum dua gelas alkohol per hari dapat meningkatkan kanker payudara sekitar 21 persen. Lebih baik makan buah anggur dari pada minuman anggur kemasan. Karena terdapat kandunga resveratrol yang ditemukan dalam kulit anggur yang mampu membantu mengurangi kadar estrogen sehingga dapat mengurangi risiko kanker payudara.

4. Perbanyak makan sayuran
Biasakanlah mengonsumsi sayuran hijau seperti brokoli dan kale. Sayuran tersebut dapat mecegah perkembangan sel-sel kanker.

5. Sejarah Keluarga
Faktor sejarah keluarga juga berpengaruh terhadap anggota keluarga lain. Sekitar 15 persen kasus kanker payudara disebabkan karena diturunkan oleh keluarga," terang Freeman. Untuk mencegahnya lakukanlah pola gaya hidup sehat dan pengecekan payudara rutin.

6. Cek payudara rutin
Mulai usia 20 tahun sebaiknya perempuan wajib melakukan pemeriksaan payudara sendiri untuk mencegah ada tidaknya benjolan pada payudara. Selain itu, juga lakukan USG tiga tahun sekali untuk mengetahui secara pasti ada tidaknya potensi kanker. Setelah di atas 40 tahun baru boleh lakukan pemeriksaan dengan mamogram. Hal ini dijelaskan oleh menteri kesehatan RI.


Itulah 6 langkah sederhana untuk mencegah kanker payudara. Semoga bermanfaat.
Read More --►

Jumat, 26 September 2014

Kurang Sinar Matahari Picu Kanker Dan Serangan Jantung

Kurang Sinar Matahari Picu Kanker Dan Serangan Jantung
Kurang Terkena Sinar Matahari Dapat Memicu Kanker Dan Serangan Jantung. Anda yang bekerja dan menghabiskan waktu didalam ruangan, luangkanlah sedikit waktu untuk mendapatkan sinar matahari. Penelitian yang dilakukan oleh Cambridge university menunjukan bahwa kurangnya terkena sinar matahari dapat menyebabkan risiko penyakit kanker dan serangan jantung.


Seperti yang dilansir life viva penelitian itu mencari keterkaitan antara vitamin D alami yang disediakan matahari dengan risiko kerapuhan tulang, penyakit jantung, kanker dan diabetes. Dari hasil penelitian tersebut ditemukan rata-rata satu dari sepuluh pria dan wanita usia 40 dan 80 tahun, kekurangan vitamin D karena terlalu banyak menghabiskan waktu dalam ruangan. 

Diketahui bahwa vitamin D mempunyai peran penting sebagai katalis dalam proses kimia tubuh yang dapat meningkatkan imunitas untuk melawan penyakit kronis.

Penelitian tersebut dilakukan pada 14.641 pria dan wanita dengan kisaran usia 42 hingga 82 tahun. Penelitian dilakukan tahun 1997 dan dipublikasikan baru-baru ini. Hasilnya 9 persen partisipan pria dan 13 persen partisipan wanita, kekurangan vitamin D. Hasil wawancara lebih lanjut, diketahui bahwa mereka yang kekurangan vitamin D lebih banyak menghabiskan waktu dalam ruangan dan hanya sedikit waktu di luar ruangan yang artinya kurang mendapat paparan sinar matahari, dan kebanyakan aktivitas mereka di luar ruangan hanya pada malam hari. 

Sumber vitamin D terbesar berasal dari sinar matahari. Untuk jenis makanan dapat dari ikan salmon, makarel serta susu. Idealnya jumlah vitamin D dalam darah adalah sekitar 50 – 90 nanomol per liter. Jika angka tersebut kurang maka seseorang dikatakan kekurangan vitamin D. 


Disarankan untuk orang dewasa setidaknya menghabiskan satu jam di bawah sinar matahari pagi antara pukul 7-8 pagi dan mengonsumsi makanan kaya vitamin D, seperti ikan tuna dan salmon sebanyak 2 hingga 3 kali seminggu dengan cara tersebut dapat mencukupi asupan vitamin D dalam tubuh anda.
Read More --►

Sabtu, 06 September 2014

5 Tips Mencegah Risiko Kanker Prostat

5 Tips Mencegah Risiko Kanker Prostat
5 Tips Mencegah Risiko Penyakit Kanker Prostat. Para pria memiliki kelenjar kecil yang bernama Prostat. Kelenjar kecil tersebut berada dekat kandung kemih. Kelenjar tersebut bisa menjadi berbahaya yang biasa dikenal dengan sebutan kanker prostat. Namun untuk mencegah terjadinya penyakit kanker prostat, kita dapat melakukan beberapa tips perubahan gaya hidup. 


Berikut adalah tips gaya hidup yang dapat kita lakukan untuk menjaga kesehatan prostat sehingga dapat mencegah kanker prostat seperti dilansir Health Liputan 6.

1. Menu makanan sehat

Ubah pola makan anda dengan makanan yang sehat dan seimbang. Banyak mengonsumsi buah-buahan, sayuran, dan makanan yang mengandung protein. Cobalah memilih sayuran yang berwarna merah, karena sayuran tersebut mengandung lycopene yang merupakan antikarsinogenik.
Hindari juga mengonsumsi daging merah terlalu banyak. Dan konsumsilah daging ikan sebagai pengganti daging untuk asupan protein.

Selain itu kacang kedelai juga baik untuk dikonsumsi karena dapat menjaga prostat tetap sehat. Anda dapat menemukan olahan kedelai dalam bentuk tahu tofu, susu kedelai, tepung dan kacang kedelai.

2. Olah Raga

Berolah raga secara rutin merupakan hal terpenting untuk menjaga kesehatan prostat. Bagi orang gemuk, perkecillah ukuran tubuh dengan diet sehat dan berolah raga. Cobalah untuk melakukan latihan kegel setiap hari, yang dapat mengencangkan otot-otot di sekitar alat reproduksi.

3. Hindari merokok dan minum alkohol

Sebaiknya hindari alkohol dan rokok, karena dapat merugikan kesehatan dan dapat memicu risiko sejumlah jenis kanker lainnya.

4. Batasi konsumsi gula dan garam berlebih

Batasilah makanan dengan mengurangi garam dan gula berlebih. Atau dapat dengan memilih makanan rendah sodium. Hindari makanan yang diawetkan atau cepat saji karena memiliki kandungan sodium sangat tinggi.

Untuk mengurangi asupan gula, hindarilah minuman manis seperti minuman dalam kemasan dan minuman ringan, serta minuman yang bersoda.

5. Konsultasi dokter

Sempatkanlah waktu anda untuk melakukan pengecekan prostat ke pada dokter ahli. Sehingga dapat dengan mudah diketahui gejala dan risiko terkena kanker prostat. Begi mereka yang telah memasuki usia 50 tahun, sebaiknya melakukan pemeriksaan dubur setahun sekali.


Itulah beberapa tips yang dapat anda lakukan untuk mencegah terjadinya risiko terkena kanker prostat. Semoga bermanfaat.
Read More --►

Jumat, 29 Agustus 2014

5 Penyebab Penyakit Kanker Paru Selain Merokok

5 Penyebab Penyakit Kanker Selain Merokok
5 Penyebab Penyakit Kanker Paru Bagi Bukan Perokok. Banyak orang telah mengetahui bahwa merokok dapat merugikan kesehatan mereka, namun banyak juga yang mengabaikannya. Rokok adalah salah satu penyebab kanker paru. Namun tidak semua kasus penyakit kanker paru dialami oleh perokok.

Mereka yang bukan perokok aktif dapat terkena kanker paru karena berbagai faktor seperti dikutip dari health detik berikut beberapa faktor tersebut :

1. Perokok Pasif
Mereka yang bukan perokok aktif juga dapat terkena kanker paru-paru. Hal ini disebabkan mereka menghirup asap rokok yang dihembuskan seorang perokok. Mereka dapat memiliki peningkatan risiko 24 persen lebih besar mengidap kanker paru bila dibandingkan dengan orang yang tinggal pada lingkungan bebas asap rokok.

2. Gas Radon
ini adalah gas alami yang terbentuk ketika kandungan uranium mulai membusuk. Hampir sekitar 12 persen dari kasus kanker paru yang terjadi di Amerika diperikirakan akibat gas radon. Gas radon yang berasal dari kandungan uranium di dalam tanah dapat merambat melalui tanah dan memasuki rumah melalui lubang atau celah. Gas ini tidak berwarna dan tidak berbau sehingga untuk mendeteksi gas ini diperlukan alat khusus.

3. Asbestos
Asbestot atau asbes adalah serat mineral silica. Asbes biasanya digunakan untuk bahan bangunan. Biasa digunakan sebagai bahan insulasi panas maupun suara. Namun, bahan mikroskopis asbes dapat terhirup sehingga menyebabkan kanker paru dan kanker lain yang bernama mesothelioma. Karena berbahaya bagi kesehatan di Amerika penggunaannya sudah dilarang.

4. Keturunan
Ini merupakan faktor genetik terkena penyakit kanker paru. Mereka yang bukan perokok dapat berisiko terkena kanker paru apabila ada kerabat yang sudah terkena penyakit ini sebelumnya.

5. Polusi Udara

Polusi udara sudah tidak dapat dihindari lagi mulai dari kendaraan, industri, dan pembangkit listrik. Menurut peneliti polusi udara tersebu dapat meningkatkan kemungkinan terkena kanker paru-paru.

itulah beberapa faktor terkena kanker paru bagi mereka yang bukan perokok. Semoga bermanfaat
Read More --►

Sabtu, 16 Agustus 2014

Orang gemuk dapat berisiko 10 jenis Kanker ini

Orang gemuk dapat berisiko 10 jenis Kanker ini
Orang gemuk dapat berisiko 10 jenis Kanker ini. Kegemukan biasa beresiko penyakit jantung, namun selain itu menurut penelitian orang gemuk dapat juga berisiko terkena kanker. Seperti yang dilansir healt detik 10 jenis kanker bisa menjadi risiko bagi mereka yang memiliki berat badan yang berlebihan. Ini merupakan hasil studi yang dilakukan oleh para ilmuwan dari London School of Hygiene and Tropical Medicine dengan mengumpulkan data lima juta orang yang tinggal di Inggris.


Para peneliti melakukan penelitian kepada mereka selama tujuh tahun dengan memantau perubahan pada kesehatan. Dan hasilnya, setiap kelebihan berat badan rata-rata 13-16 kg berisiko lebih besar terserang  6 jenis kanker seperti kanker rahim, empedu, ginjal, serviks, tiroid dan leukemia, namun besar risiko kanker tersebut bervariasi tergantung pada jenis tumor.

Selain itu mereka yang memiliki indeks massa tubuh yang tinggi dihitung berdasarkan berat badan dan tinggi badan juga lebih berisiko terserang  4 jenis kanker lainnya seperti  kanker hati, usus, ovarium dan kanker payudara pasca-menopause.  Namun para peneliti mengatakan meskipun kegemukan dikaitkan dengan pertumbuhan kanker yang paling umum, beberapa juga tidak menunjukkan hubungan sama sekali. "Ada banyak variasi dalam efek indeks massa tubuh pada kanker yang berbeda. Sebagai contoh, risiko kanker rahim meningkat secara substansial pada indeks massa tubuh yang lebih tinggi. Sementara untuk kanker lain kita melihat peningkatan lebih sederhana dalam risiko atau tidak berpengaruh sama sekali," ungkap Dr Krishnan Bhaskaran, yang memimpin penelitian ini.

Peneliti Tom Stansfeld, dari Cancer Research UK, juga menambahkan bahwa meskipun hubungan antara kanker dan obesitas bisa dibilang masih kompleks, jelas bahwa kelebihan berat badan dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terkena kanker.


Untuk mencegah hal tersebut terjadi sebaiknya menjaga berat badan dengan melalui pola makan sehat, diet seimbang dan berolahraga secara teratur. Semoga bermanfaat
Read More --►

Sabtu, 19 Juli 2014

Pengertian Kanker Pankreas, Penyebab, Gejala dan Pengobatan

Pengertian Kanker Pankreas, Penyebab, Gejala dan PengobatanPengertian penyakit pankreas, penyebab, gejala dan pengobatan. Kanker pankreas adalah neoplasma yang terjadi pada kelenjar pankreas. Pankreas sendiri adalah salah satu organ penting dalam tubuh yang membantu sistem pencernaan. Fungsi pankreas adalah menghasilkan enzim pencernaan atau fungsi eksokrin serta menghasilkan beberapa hormon atau fungsi endokri. Pankreas terletak pada kuadran kiri atas abdomen atau perut dan bagian kepalanya menempel pada organ duodenum.

Kanker pankreas terjadi akibat tumbuhnya sel-sel kanker di dalam pankreas dan pada umumnya kanker pankreas berawal dari sel-sel eksokrin. Sel-sel tersebut mengembangkan mutasi genetik. Mutasi ini menyebabkan sel tumbuh tak terkendali dan terus hidup setelah sel normal akan mati. Sel-sel ini terakumulasi hingga membentuk tumor.

Penyebab

Belum diketahui pasti penyebab dari penyakit ini, namun ada faktor-faktor tertentu yang kemungkinan besar terkena kanker pankreas. Faktor-faktor tersebut adalah merokok, diabetes, Faktor genetik yaitu jika memiliki anggota keluarga penderita kanker pancreas dan pancreatitis yaitu radang/infeksi pada pankreas. Selain itu obesitas atau kelebihan berat badan juga merupakan salah satu faktor penyebab pancreas.

Gejala

Gejala kanker pankreas sulit diketahui karena awalnya tanpa gejala dan baru diketahui setelah berada di stadium lanjut yang sulit untuk disembuhkan lagi.  Hal ini karena pankreas terletak di belakang organ tubuh lain. Gejala awal yang dapat terlihat adalah hilangnya berat badan dan rasa sakit pada perut bagian atas atau tengah merupakan gejala yang datang belakanga.

Selanjutnya gejala lain yang mungkin timbul adalah gangguan pencernaan, pembengkakan dan gerakan usus yang berminyak dapat terjadi bila petumbuhan kanker menghalangi saluran pankreas sehingga enzim pencernaan tidak dapat disalurkan ke dalam saluran usus dan sakit kuning apabila adanya tumor yang menghalangi saluran empedu.

Gejala umumnya adalah :
  1. Nyeri di perut bagian atas yang menyebar ke sakit punggung
  2. Warna kulit dan bagian putih mata yang menguning
  3. Kehilangan nafsu makan
  4. Penurunan berat badan
  5. Pembekuan darah
  6. Depresi

Diagnosis

Karena gejala-gejala kanker pankreas awalnya sulit terdeteksi, sehingga sulit untuk mendiagnosis. Selain itu juga dari pengamatan fisik serta hasil tes darah seringkali normal. Namun untuk mengantisipasi dapat melakukan pemeriksaan untuk mendiagnosis kanker pankreas seperti berikut:
  1. Pemeriksaan fisik lengkap
  2. Pemeriksaan x-ray
  3. CT Scan
  4. Endoscopic retrograde cholangiopancreatography (ERCP)
  5. Endoscopic ultrasound (EUS)
  6. Percutaneous transhepatic cholangiography (PTC)
  7. Biopsi

Pengobatan

Pengobatan yang dilakukan tergantung pada stadium kanker. Kanker pankreas yang didiagnosa pada tahap dini dapat diobati dan disembuhkan melalui pembedahan. Setelah itu dilakukan pengobatan lanjutan, atau adjuvant therapy, sangat umum direkomendasikan. Terapi ini meliputi kemoterapi dan radioterapi.
Jika terdiagnosa dalam stadium lanjut dan parah hanya dapat dilakukan pengobatan radioterapi, kemoterapi atau kombinasi keduanya guna menyusutkan kanker yang ada, meredakan gejala, dan memperpanjang hidup. Sulitnya mengenali gejala kanker pankreas, membuat penyakit ini terdiagnosa pada stadium lanjut, atau sudah parah.

Terapi radiasi ditujukan untuk menghancurkan sel-sel kanker dan menghentikan pertumbuhannya. Radiasi biasa diberikan 5 hari setiap minggu untuk 5 sampai 6 minggu. Sedangkan kemoterapi untuk membantu membunuh kanker dengan menggunakan obat-obatan.

Pencegahan

Untuk mencegah terkena kanker pankreas , sebaiknya mulai berhenti merokok, jaga kondisi tubuh tetap ideal yaitu berat badan yang ideal, rutin berolahraga dan atur pola makan yang sehat. 

Komplikasi

Penderita kanker pankreas dapat menimbulkan berbagai komplikasi penyakit lain seperti penyakit kuning (jaundice), Rasa sakit yang parah di bagian perut, rusaknya organ usus dan penurunan berat badan yang drastis

Itulah penjelasan singkat mengenai pengertian kanker pankreas, gejala, penyebab, pencegahan dan pengobatannya.

Semoga bermanfaat.

Sumber referensi :
http://www.parkwaycancercentre.com/id/informasi-kanker/jenis-kanker/apa-itu-kanker-pankreas/ diakses tanggal 19 juli 2014
http://prodia.co.id/penyakit-dan-diagnosa/kanker-pankreas diakses tanggal 19 juli 2014
http://id.wikipedia.org/wiki/Pankreas diakses tanggal 19 juli 2014
Read More --►

Minggu, 01 Juni 2014

Pengertian Penyakit Kanker, Jenis dan Penyebab

pengertian kanker jenis dan penyebabnya
Pengertian Penyakit Kanker, Jenis dan Penyebab. Kanker biasa disebut juga dengan istilah Puru ayal atau atau neoplasma ganas adalah penyakit yang ditandai dengan kelainan siklus sel khas yang menimbulkan kemampuan sel untuk tumbuh tidak terkendali (pembelahan sel melebihi batas normal) menyerang jaringan biologis di dekatnya. bermigrasi ke jaringan tubuh yang lain melalui sirkulasi darah atau sistem limfatik, disebut metastasis.


Tiga karakter ganas inilah yang membedakan kanker dari tumor jinak. Sebagian besar kanker membentuk tumor, tetapi beberapa tidak, seperti leukemia. Cabang ilmu kedokteran yang berhubungan dengan studi, diagnosis, perawatan, dan pencegahan kanker disebut onkologi.

Kanker dapat menyebabkan banyak gejala yang berbeda, bergantung pada lokasi dan karakter keganasan, serta ada tidaknya metastasis. Diagnosis biasanya membutuhkan pemeriksaan mikroskopik jaringan yang diperoleh dengan biopsi. Setelah didiagnosis, kanker biasanya dirawat dengan operasi, kemoterapi, atau radiasi.

Bentuk kanker berhubungan dengan faktor lingkungan seperti halnya merokok yang menyebabkan banyak kanker daripada faktor lingkungan lain. Tumor juga dapat menyebabkan kanker. Tumor ganas dapat bersifat kanker, sedangkan tumor jinak tidak bersifat kanker. Kanker dapat menyebar melalui kelenjar getah bening maupun pembuluh darah ke organ lain.

Klasifikasi Jenis Kanker

Dibawah ini adalah klasifikasi penyakit kanker berdasarkan kategori yang umum, yaitu :
  1. Karsinoma, merupakan kanker yang terjadi pada jaringan epitel, seperti kulit atau jaringan yang menyelubungi organ tubuh, misalnya organ pada sistem pencernaan atau kelenjar. Contoh meliputi kanker kulit, karsinoma serviks, karsinoma anal, kanker esofageal, karsinoma hepatoselular, kanker laringeal, hipernefroma, kanker lambung, kanker testiskular dan kanker tiroid.
  2. Sarkoma, merupakan kanker yang terjadi pada tulang seperti osteosarkoma, tulang rawan seperti kondrosarkoma, jaringan otot seperti rabdomiosarcoma, jaringan adiposa, pembuluh darah dan jaringan penghantar atau pendukung lainnya.
  3. Leukemia, merupakan kanker yang terjadi akibat tidak matangnya sel darah yang berkembang di dalam sumsum tulang dan memiliki kecenderungan untuk berakumulasi di dalam sirkulasi darah.
  4. Limfoma, merupakan kanker yang timbul dari nodus limfa dan jaringan dalam sistem kekebalan tubuh

Faktor risiko

Penyakit kanker 90-95% kasusnya disebabkan faktor lingkungan dan 5-10% karena faktor genetik. Faktor lingkungan yang biasanya mengarahkan kepada kematian akibat kanker adalah tembakau (25-30%), diet dan obesitas (30-35 %), infeksi (15-20%), radiasi, stres, kurangnya aktivitas fisik, polutan lingkungan. Dibawah ini adalah beberapa faktor risiko penyebab kanker :

Bahan Kimia
Bahan kimia penyebab paling umum terkena kanker adalah tembakau. Selain itu alkohol juga memicu terjadinya kanker.

Radiasi Ionisasi
Sumber-sumber radiasi ionisasi, seperti gas radon, sinar ultraviolet, frekuensi radio tak berion dan telp suleler bisa menyebabkan kanker.

Infeksi virus
Beberapa dari kanker bisa disebabkan infeksi virus dan berperan hingga 20% penyebab kanker pada manusia di seluruh dunia. Berikut virus penyebab kanker :
  1. Papillomavirus pada manusia (kanker serviks)
  2. Poliomavirus pada manusia (mesothelioma, tumor otak)
  3. Virus Epstein-Barr (penyakit limfoproliferatif sel-B dan kanker nasofaring)
  4. Virus herpes penyebab sarcoma Kaposi (Sarcoma Kaposi dan efusi limfoma primer)
  5. Virus-virus hepatitis B dan hepatitis C (kanker hati)
  6. Virus-1 leukemia sel T pada manusis (leukemia sel T)
  7. Helicobacter pylori (kanker lambung)

Ketidakseimbangan Metabolisme
Senyawa formaldehid yang disintesis di dalam tubuh, seringkali terbentuk dari lintasan metabolisme senyawa xenobiotik, dapat membentuk ikatan kovalen dengan DNA, atau mengikat pada serum albumin dan gugus valina dari hemoglobin, dan menginduksi lintasan karsinogenesis.

Ketidakseimbangan Hormonal
Tingginya rasio plasma hormon TGF-β, yang merupakan regulator pada proses penyembuhan luka, akan meningkatkan produksi ROS pada fibroblas, serta diferensiasi fibroblas menuju fenotipe miofibroblas.

Keturunan
Keturunan (genetik) merupakan salah satu faktor penting dalam pembentukan kanker. Orang tua yang terkena kanker dapat menyebarkan kepada anaknya, akan tetapi tidak semua jenis kanker dapat diturunkan.

Letak kerusakan DNA yang dialami
Ada 2 macam letak mutasi yang memicu terbentuknya kanker, yaitu mutasi pada gen-gen onkogen dan mutasi pada gen-gen pensupresi tumor. Mutasi pada gen pensupresi tumor lah yang biasanya memicu penurunan kanker. Hal tersebut disebabkan karena zigot yang mengalami mutasi pada gen onkogen biasanya tidak dapat bertahan hidup sehingga tidak dapat diturunkan.

Itulah ringkasan singkat mengenai pengertian penyakit kanker dan faktor risikonya. Semoga bermanfaat

Sumber referensi :

http://id.wikipedia.org/wiki/Kanker
Read More --►

Jumat, 09 Mei 2014

Pengertian Penyakit Kanker Prostat, Gejala dan Pencegahan

Pengertian Penyakit Kanker Prostat Gejala dan Pencegahan. Penyakit kanker prostat adalah penyakit yang dialami oleh pria, dimana terdapat kanker yang berkembang di prostat tersebut. Untuk mengetahui apa sebenarnya penyakikt kanker prostat, sebaiknya kita simak dulu pengertian dari prostat terlebih dahulu.


Pengertian Prostat

Prostat adalah kelenjar eksokrin pada sistem reproduksi pria yang berfungsi untuk mengeluarkan dan menyimpan sejenis cairan yang menjadi dua pertiga bagian dari air mani. Jenis Prostat berbeda-beda dari satu spesies ke spesies lainnya dalam hal anatomi, kimia dan fisiologi.

Biasanya pria yang berusia di atas 50 tahun mengalami gejala pembesaran prostat. Pembesaran terjadi di bagian tengah dari kelenjar prostat yang mengelilingi saluran kencing (uretra). Jika pembesaran pada kelenjar prostat yang berkelanjutan dapat mengarah ke tahap yang lebih serius, hal ini bisa memicu terjadinya kanker prostat.

Pengertian Kanker Prostat

Penyakit Kanker prostat adalah penyakit kanker yang berkembang di prostat, sebuah kelenjar dalam sistem reproduksi lelaki. Hal ini terjadi ketika sel prostat mengalami mutasi dan mulai berkembang di luar kendali. Sel ini dapat menyebar secara metastasis dari prostat ke bagian tubuh lainnya, terutama tulang dan lymph node. Kanker prostat dapat menimbulkan rasa sakit, kesulitan buang air kecil,disfungsi ereksi dan gejala lainnya. Pada penderita ditemukan rasio plasma vitamin B12 yang sangat rendah.

Faktor Risiko
kanker prostat
prostat foto : wikipedia

Dibawah ini adalah faktor risiko terjadinya kanker prostat :

1. Faktor Usia 
2. Faktor Ras
3. Riwayat Keluarga (faktor keturunan),
4. Faktor Hormon, dan
5. Faktor Pola makan

Risiko menderita kanker prostat ditemukan meningkat pada pria kulit putih dengan usia > 50 tahun atau pria kulit hitam dengan usia > 40 tahun. Etnis kulit hitam memiliki risiko kanker prostat 1.6x lebih tinggi daripada pria kulit putih.

Pria yang memiliki keluarga laki-laki penderita kanker prostat (saudara, ayah, kakek) memiliki risiko yang lebih tinggi menderita penyakit tersebut dibandingkan dengan pria yang tidak punya riwayat keluarga. Faktor lainnya yang diduga dapat menyebabkan kanker prostat adalah perubahan hormon testosteron dan pola makan yang terlalu banyak mengkonsumsi lemak. Menurut penelitian lainnya, agen kimia seperti Cadmium juga ditemukan pada perkembangan kanker prostat.

Pencegahan dan Pengobatan

Hal-hal yang dapat dilakukan untuk mencegah kanker prostat

1. Menjaga kesehatan
2. Menjaga berat badan tubuh
3. Banyak minum air
4. Mengurangi Depresi
5. Olahraga teratur
6. Kurangi konsumsi alkohol, daging, serta lemak.

Ada beberapa pemilihan metode pengobatan yang dapat dilakukan oleh dokter untuk mengatasi kanker prostat. Di antaranya adalah kemoterapi, radiasi, terapi hormon,operasi, dan transurethral resection of the prostate (TURP, digunakan pada tahap awal penyakit untuk membuang jaringan yang menghalangi saluran kemih). Pemilihan jenis pengobatan berbeda-beda antara satu pasien dengan pasien lainnya karena sangat dipengaruhi oleh usia, kondisi kesehatan secara umum, perkembangan kanker, manfaat dan efek samping terapi. Terapi hormon digunakan untuk mencegah tubuh memproduksi hormon testosteron yang dapat merangsang perkembangan sel kanker. Sedangkan, kemoterapi umumnya digunakan pada kasus kanker prostat yang telah menyebar ke bagian tubuh lain sehingga harus dicegah perkembangannya dengan menggunakan bahan kimia.

Pencegahaan Prostat Dengan Mengikuti Sunnah Rasulullah SAW

Rasulullah pernah mengatakan bahwa jika membuang air kecil, lakukan dengan cara duduk. Dan menurut hasil penelitian buang air kecil dengan cara duduk dapat mencegah terjadinya kanker prostat. Jadi bagi anda yang masih muda, biasakanlah buang air kecil dengan cara duduk.

Semoga bermanfaat.

Sumber bacaan :
Prostat dalam http://id.wikipedia.org/wiki/Prostat diakses pada tanggal 10 Mei 2014
Kanker Prostat dalam http://id.wikipedia.org/wiki/Kanker_prostat diakses pada tanggal 10 Mei 2014
Read More --►

Jumat, 25 April 2014

Fakta Kesehatan Berhenti Merokok

Fakta Kesehatan Berhenti Merokok - Orang yang sudah kecanduan merokok akan sangat sulit untuk berhenti merokok. Dengan memahami apa yang akan terjadi pada tubuh Anda saat Anda berhenti merokok, akan membantu anda dari kecanduan ini.
Saat Anda selesai merokok, tubuh memerlukan waktu agak lama untuk kembali normal. Setelah 20 menit setelah Anda berhenti, detak jantung Anda akan kembali normal. Setelah dua jam, kedua denyut jantung dan tekanan darah akan kembali normal dan ini adalah ketika nikotin mulai memudar dari sistem tubuh.


Jika Anda mencoba untuk berhenti merokok hal yang paling sulit ketika tiga hari setelah Anda berhenti, yang berarti Anda akan mengalami sakit kepala atau mual, serta crabbiness. Namun, pada saat ini tingkat karbon monoksida dalam darah Anda akan turun kembali ke normal.

Baca Juga : 7 Penyebab Kolesterol Tinggi

Namun efek ini akan sangat cepat terlihat dalam 1-9 minggu setelah berhenti, batuk Anda, sesak napas, atau membakar paru-paru selama aktivitas fisik akan mulai berkurang. Bertahun-tahun kemudian, risiko penyakit jantung serta risiko berbagai kanker (termasuk kanker paru-paru) akan menjadi setengah dari risiko perokok.

Lima belas tahun setelah berhenti merokok, risiko penyakit jantung adalah setara dengan yang non-perokok. Dan jika Anda berhenti merokok sebelum usia 30, Anda sangat mungkin hidup seperti orang yang belum pernah merokok sebelumnya. Kecuali jika Anda telah merokok secara ekstensif dan menyebabkan kerusakan di paru-paru Anda ini dapat menyebabkan timbulnya penyakit paru obstruktif kronik (COPD).

Berikut Adalah Bagian Tubuh Anda Yang Akan Terselamatkan Jika Anda Berhenti Merokok :

Otak Anda
Rokok membawah bahan kimia ke dalam otak Anda, yang mirip dengan obat-obatan adiktif seperti heroin. Efek berhenti merokok adalah akan menghilangkan nikotik dalam aliran darah dan membersihkan opioid yang menggangu fungsi otak yang penting yaitu emosi dan keinginan. Opioid pada otaklah yang membuat perokok untuk sulit berhenti.

Paru-paru Anda
Paru-paru memiliki efek yang luar biasa jika anda berhenti merokok. Tepat setelah Anda berhenti, saluran udara Anda akan mulai membaik, dan rambut halus silia yang melapisi paru-paru akan mulai bekerja lagi setelah kelumpuhan akibat asap. Silia, yang bertindak sebagai system pembersihan paru-paru mulai memperbaiki diri hanya beberapa hari setelah Anda berhenti merokok dan dapat kembali ke fungsi normal dalam beberapa bulan.

Baca Juga : Pengertian Batuk Jenis dan Penyebabnya

"Paradoksnya, orang mengalami batuk tepat setelah mereka berhenti merokok, itu wajar , " tulis Laura Biru di majalah Time. " Itu adalah efek paru-paru membersihkan diri. "

Jantung Anda
Berhenti merokok adalah cara yang lebih efektif untuk menurunkan risiko penyakit jantung dibandingkan obat yang umum seperti aspirin, beta - blocker, statin, dan inhibitor ACE, menurut National Heart, Lung, dan Darah Institute di NIH. Saat Anda berhenti merokok, jantung dan pembuluh darah mulai membaik.

Baca Juga : Gejala dan Penyebab Penyakit Jantung

Gigi Anda
Nikotin pada rokok membuat noda di gigi Anda, jadi ketika Anda berhenti merokok, Anda memiliki kesempatan untuk meningkatkan keputihan dan kekuatan gigi. Kandungan tar pada rokok membuat lapisan di gigi Anda dan membuat sebuah karang, ini membuat bakteri lebih mungkin untuk menetap di sana dan menyebabkan kerusakan gigi. Setelah Anda berhenti merokok, Anda mungkin perlu untuk perawatan kebersihan mulut untuk mulai membersihkan beberapa tar pada gigi Anda.

Kulit Anda
Kulit Anda mencerminkan gaya hidup Anda dan apa yang Anda makan dan minum, "kata Dr Andrew Carmichael Dokter Net. Merokok memiliki efek pada kulit Anda meningkatkan risiko untuk eksim, dan mempercepat proses penuaan. Racun berbahaya yang masuk ke tubuh Anda melalui rokok termasuk karbon monoksida, tar, formaldehida, hidrogen sianida, amoniak, merkuri, timbal, dan kadmium semua ini membatasi aliran darah ke kulit dan bahkan memecah struktur elastisitas pada kulit, seperti kolagen dan elastin. Sehingga bagi perokok akan lebih mudah mengalami keriput.

Jadi sebaiknya anda berhenti merokok untuk menjaga agar tubuh tetap sehat. Ini akan memberikan kehidupan yang lebih baik di masa depan.

Baca Juga : Manfaat Kopi Menurunkan Risiko Diabetes Tipe 2

Semoga bermanfaat.

Sumber :
Medicaldaily.com
Read More --►

Jumat, 18 April 2014

6 Cara Sederhana Untuk Mengurangi Risiko Kanker

6 Cara Sederhana untuk Mengurangi Risiko Kanker. Kanker adalah suatu penyakit yang patut anda hindari. Karena penyakit ini merupakan salah satu penyakit yang banyak membunuh penderitanya. Sebelum kanker memasuki tubuh Anda, Anda dapat mengikuti beberapa cara untuk menghindarinya.


Berikut adalah 6 tips sederhana untuk mengurangi risiko kanker versi magforwoman.com

1. Hindari Tembakau (Merokok)
Tembakau memiliki banyak efek buruk pada tubuh Anda, dan hal ini terkait dengan kanker paru-paru dan mulut. Untuk itu berhentilah merokok.  Hindari juga orang yang merokok karena perokok pasif sama berbahayanya dengan perokok aktif.

2. Rajin Berolahraga
Aktif dalam berolahraga dapat mengurangi risiko kanker. Gunakan waktu anda satu jam setiap hari untuk menjaga diri dalam bentuk olahraga agar tetap bugar dan tetap aktif. Berolahraga juga meningkatkan kekebalan Anda . Mengembangkan gaya hidup sehat akan mengurangi peluang Anda tercegah dari kanker .

3. Makan Makanan Yang Seimbang
Setiap hari tubuh membutuhkan mineral, vitamin, serat, lemak, karbohidrat, dan protein. Mengembangkan kebiasaan makan yang seimbang untuk memenuhi segala kebutuhan tubuh akan menjadikan Anda memiliki kehidupan yang lebih baik, Anda juga akan memiliki kesempatan untuk mengurangi kanker.

4. Hindari Tempat-Tempat Tinggi Polusi
Hindari membuka jendela mobil dan bus ketika Anda bepergian di jalan padat. Hindari tempat-tempat dengan terlalu banyak polusi. Polusi berisi beberapa partikel karsinogenik, dan semakin Anda menghindari, semakin baik .

5. Gunakan Tabir Surya
Pilihlah tabir surya dengan perlindungan dari UVA dan UVB. Terapkan setidaknya lima belas menit sebelum Anda melangkah keluar di bawah sinar matahari. Cara ini juga dapat mencega terjadinya kanker.

Perubahan gaya hidup sederhana menyebabkan hidup yang jauh lebih baik. Tapi seperti yang banyak katakan, dibutuhkan bertahun-tahun upaya gigih untuk membentuk kebiasaan hidup sehat. Jika Anda membuat perubahan ini dengan sikap positif, Anda akan terbiasa dengan lebih cepat dan bergaya hidup sehat.
Read More --►

Minggu, 06 Oktober 2013

Risiko, Gejala dan Pencegahan Penyakit Kanker Payudara

Kanker Payudara
Kanker payudara adalah kanker pada jaringan payudara.Ini adalah jenis kanker paling umum yang diderita kaum wanita. Kaum pria juga dapat terserang kanker payudara, walaupun kemungkinannya lebih kecil dari 1 di antara 1000. Pengobatan yang paling lazim adalah dengan pembedahan dan jika perlu dilanjutkan dengan kemoterapi maupun radiasi. Kanker payudara (karsinoma payudara) adalah tumor ganas yang tumbuh di jaringan payudara.

Kasus penyakit ini relatif tinggi di negara maju dan merupakan yang terbanyak diderita dari jenis kanker lainnya. Sedangkan di Indonesia, kanker payudara menempati peringkat kedua setelah kanker serviks. Karena besarnya penderita kanker payudara ada baiknya kita mengetahui gejala-gejala dan faktor penyebab timbulnya penyakit ini.

Berikut akan dibahas factor resiko, gejala-gejala dan pencegahan kanker payudara.

Faktor Resiko Terserang Kanker Payudara

Belum diketahui secara pasti penyebab terjadinya kanker payudara tetapi ada beberapa faktor resiko yang memungkinkan seorang wanita terserang penyakit ini, yakni sebagai berikut:
  1. Riwayat keluarga yang menderita kanker payudara.
  2. Wanita yang belum pernah hamil dan melahirkan.
  3. Kehamilan pertama terjadi setelah berumur 30 tahun.
  4. Mendapat menstruasi pertama pada usia di bawah 12 tahun dan menopause setelah usia 55 tahun.
  5. Pemakaian pil KB atau terapi sulih estrogen.
  6. Obesitas pasca menopause dan pemakaian alkohol.
  7. Bahan kimia - Beberapa penelitian telah menyebutkan pemaparan bahan kimia yang menyerupai estrogen (yang terdapat di dalam pestisida dan produk industri lainnya) mungkin meningkatkan risiko terjadinya kanker payudara.
  8. Penggunaan DES (dietilstilbestrol). Wanita yang mengonsumsi DES untuk mencegah keguguran memiliki resiko tinggi menderita kanker payudara.
Baca Juga : Cara Mudah Cegah Kanker Payudara

Faktor-faktor yang disebutkan di atas tidaklah selalu dapat memicu serangan kanker payudara, namun seringkali riwayat hidup seseorang yang terkena kanker payudara berhubungan dengan faktor-faktor tersebut.

Gejala-Gejala Kanker Payudara

Berikut adalah gejala-gejala Kanker Payudara:
  1. Adanya benjolan pada payudara yang dapat diraba.
  2. Perubahan bentuk dan ukuran payudara.
  3. Adanya luka di sekitar puting susu dan sekitarnya yang sukar sembuh.
  4. Adanya cairan (darah atau nanah-berwarna kuning sampai kehijauan) yang keluar dari puting susu.
  5. Perubahan pada puting susu seperti gatal, terasa terbakar, dan tertarik ke dalam (retraksi).
  6. Adanya kerutan-kerutan (seperti jeruk purut) pada kulit payudara.
  7. Pada stadium lanjut bisa timbul nyeri tulang, penurunan berat badan, pembengkakan lengan atau ulserasi kulit.
Gejala Kanker Payudara


Bila timbul gejala-gejala yang telah disebutkan segeralah periksa ke dokter agar bisa segera ditangani dengan baik. Lakukanlah diagnosis dini karena kanker payudara lebih mudah diobati dan bisa disembuhkan jika masih pada stadium awal. Untuk mendeteksi secara dini, dapat dilakukan pemeriksaan sendiri pada payudara setiap 5-7 hari setelah masa menstruasi, dengan mammografi (pemeriksaan dengan sinar X), atau dengan biopsi (mengangkat sedikit jaringan kelenjar susu untuk diagnosis).

Pencegahan Kanker Payudara

Banyak faktor resiko yang tidak dapat dikendalikan. Tetapi, beberapa ahli diet dan ahli kanker percaya bahwa perubahan diet dan gaya hidup, secara umum bisa mengurangi angka terjadinya kanker.

Saat ini, faktor yang terbukti memegang peranan penting dalam proses terjadinya tumor adalah hormon estrogen. Estrogen merupakan hormon kelamin sekunder yang berfungsi untuk membentuk dan mematangkan organ kelamin wanita, termasuk payudara, selama pubertas.

Estrogen memicu pertumbuhan dan pematangan sel di organ kelamin wanita yang disebut sel duct. Sel duct ini kemudian akan membelah secara normal. Saat-saat pematangan sel duct ini merupakan saat yang paling rentan bagi sel tersebut terkena mutasi.

Jika ada satu sel yang mengalami mutasi akibat faktor keturunan, radiasi, radikal bebas, dll, maka sel tersebut dapat membelah secara berlebihan yang seterusnya akan berkembang menjadi kanker.
Dari sini dapat disimpulkan bahwa estrogen merupakan salah satu faktor yang bertanggung jawab terhadap resiko terjadinya kanker payudara.



Berikut tips-tips untuk mencegah kemungkinannya terjadi kanker payudara :

  1. Lakukan deteksi dini (pemeriksaan sendiri) setiap bulan setelah masa haid  dan pemeriksaan klinis (mammografi dan biopsi).
  2. Hindari mengonsumsi makanan yang berlemak tinggi.
  3. Penggunaan obat atau alat kontrasepsi yang mengandung hormon harus atas petunjuk dokter.
  4. Menyusui bayi selama mungkin (sampai sekitar 2 tahun).
  5. Banyak mengonsumsi buah dan sayur serta kedelai termasuk produk olahannya.
Selain faktor-faktor penyakit kanker payudara, baiknya kita simak 8 fakta penting menurut yang tertulis pada web femina

1. Mengapa payudara terasa sakit saat menstruasi? Payudara wanita merupakan organ seksual sekunder yang dipengaruhi oleh hormon estrogen. Ketika menstruasi, secara hormonal menjadi tidak seimbang yang membuat payudara akan terasa penuh, mengeras, atau membesar, dan terasa nyeri bila disentuh.

2. Normalkah bila ukuran payudara kanan dan kiri tidak sama? Ukuran payudara ditentukan oleh seberapa banyak jaringan lemak yang dimiliki di payudara. Kebanyakan, bentuk payudara memang berbeda antara kiri dan kanan. Hanya kadar perbedaannya pada setiap orang tidak sama. Hal ini cukup normal. Tapi perlu diwaspadai jika Anda menemukan perubahan bentuk atau ukuran payudara yang radikal.

3. Menyusui bisa mengurangi risiko kanker payudara? Beberapa penelitian menyebutkan,menyusui bayi selama 27-52 minggu dapat mengurangi risiko terkena kanker payudara.

4. Rutin berolahraga dapat mengurangi risiko kanker payudara? Olahraga selama empat jam setiap minggu bisa mengurangi risiko kanker sebesar 30%. Karena itu, American Cancer Society menganjurkan para wanita untuk berolahraga selama 45-60 menit setiap hari.

5. Apakah tanda-tanda kanker payudara? Tak hanya untuk kanker payudara, Yayasan Kanker Indonesia telah memberikan pedoman mendeteksi kanker yang disebut WASPADA. W (waktu buang air kecil: adakah gangguang atau perubahan kebiasaan?), A (alat cerna terganggu atau sukar menelan), S (suara serak atau batuk yang tak kunjung sembuh), P (payudara atau bagian lain memperlihatkan benjolan), A (andeng-andeng (tahi lalat) yang berubah sifat, makin besar atau gatal), D (darah atau lendir yang tidak normal yang keluar dari tubuh), A (adanya luka yang tak mau sembuh).

6. Kenapa kanker payudara mayoritas menyerang wanita? Angka kejadian kanker payudara yang menyerang pria dan wanita adalah 1:100. Mayoritas menyerang wanita karena masalahnya lebih banyak ada pada hormon estrogen dan progesteron. Namun, bila menyerang pria, perjalanan penyakitnya menjadi lebih cepat. Hal ini disebabkan karena jaringan sekitar payudara pria tidak setebal wanita.

7. Mungkinkah kanker sembuh total? Istilah ini kurang tepat. Akan lebih tepat bila memakai istilah 5 year survival rate (angka kelangsungan hidup dalam 5 tahun setelah didiagnosa kanker). Lamanya bergantung pada ciri-ciri tumor, ada-tidaknya penyebaran ke kelenjar getah bening, dan ada tidaknya 'anak sebar' yang biasa disebut stage TNM (tumor, node, metastasis).

8. Seperti apa kasus ketika payudara harus diangkat? Ada beberapa prosedur pengangkatan payudara yang tergantung pada stage kanker, yaitu mastektomi radikal klasik, radikal modifikasi, dan simpel. Perbedaan prosedur ini terletak pada banyaknya jaringan kulit, kelenjar, otot dan getah bening yang diangkat. Prinsip dasarnya adalah mengangkat sebanyak mungkin sel kanker beserta struktur yang diyakini sudah diserang. Dengan adanya pengangkatan payudara diharapkan kanker tidak menyebar ke struktur lain

Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Kanker_payudara
http://www.deherba.com/gejala-gejala-kanker-payudara.html
http://www.femina.co.id/isu.wanita/kesehatan/8.fakta.penting.tentang.kanker.payudara/005/005/183
Read More --►
Energy Saving Mode
Gunakan Mouse untuk Keluar Mode Energy Saving