Mudjoko

Laki-laki, XX tahun

Kudus, Indonesia

SELAMAT DATANG DI BLOG PERJALANANKU, MY LIFE MY BLOG adalah blog yang menceritakan semua yang saya suka, Inspirasi, dan Motivasi.Selamat bergabung di blog saya, semoga bisa jadi motivasi dan inspirasi bagi anda yang membacanya Semoga Bermanfaat.

Visit My Blog :
=>tritunggaljayakudus.blogspot.com
=>tritunggaljaya-kudus.blogspot.com
=>tritunggal-jayakudus.blogspot.com
=>mudjoko.kds@gmail.com
::
Start
Mudjoko™ Kangmas Djoko
Shutdown

Navbar bawah

Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label hepatitis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hepatitis. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 Juni 2014

Pengertian Hepatitis C, Gejala, Penyebab, Pencegahan dan Perawatan

Pengertian Hepatitis C, Gejala, Penyebab, Pencegahan dan Perawatan
Pengertian Hepatitis C, Gejala, Penularan, Pencegahan dan Perawatan. Sama dengan Hepattitis jenis lain, Hepatitis C juga menginfeksi organ hati. Penyakit ini disebabkan oleh virus hepatitis C (HCV). Gejalanya hampir tidak terlihat, namun infeksi kronis dapat menyebabkan parut (eskar) pada hati, dan setelah menahun menyebabkan sirosis. Beberapa kasus, penderita yang mengalami sirosis juga mengalami penyakit kombinasi seperti gagal hati, kanker hati, atau pembuluh yang sangat membengkak di esofagus dan lambung, yang dapat mengakibatkan perdarahan hingga kematian. Para ilmuwan mulai meneliti HCV pada tahun 1970-an, dan memastikan keberadaan virus tersebut pada tahun 1989.


Gejala dan Tanda

Hanya 15% kasus Hepatitis C menunjukkan gejala akut. Gejalanya seringkali ringan dan tidak kentara, gejalanya seperti :
  1. Penurunan nafsu makan
  2. Sakit kepala
  3. Letih
  4. Nyeri otot atau nyeri sendi
  5. Menurunnya berat badan

Hanya sedikit kasus infeksi akut yang terkait dengan ikterus. Infeksi ini dapat sembuh sendiri tanpa diobati pada 10-50% penderita, dan lebih sering menyerang perempuan usia muda.

Infeksi kronis

Sekitar delapan puluh persen penderita yang terpajan virus hepatitis C akan mengalami infeksi kronis. Selama 10 tahun pertama infeksi hepatitis C menunjukkan gejala minim dan bahkan tidak menunjukkan gejala sama sekali, meskipun hepatitis C kronis dapat ditandai dengan kelelahan. Sekitar 10–30% orang yang terinfeksi selama lebih dari 30 tahun akan mengalami sirosis. Orang yang mulai terkena sirosis memiliki risiko dua puluh kali lebih besar terkena kanker hati, sebanyak 1-3% per tahun. Pada pecandu alkohol, risiko ini menjadi 100 kali lebih besar. Dalam penelitian Hepatitis C merupakan penyebab utama pada 27% kasus sirosis dan 25% kasus kanker hati.

Efek dari sirosis hati dapat menyebabkan tekanan darah yang tinggi pada vena yang mengalir ke hati, akumulasi cairan di perut, mudah memar atau berdarah, vena melebar, khususnya di lambung dan esofagus, sakit kuning (kulit menguning), dan kerusakan otak.

Penyebab

Penyebab hepatitis C adalah virus hepatitis C yang merupakan virus RNA yang berukuran kecil, bersampul, berantai tunggal, dengan sense positif. Virus ini merupakan anggota genushepacivirus dalam family Flaviviridae. Terdapat tujuh genotipe utama HCV. Di Amerika Serikat, genotipe 1 merupakan penyebab pada 70% kasus hepatitis, genotipe 2 pada 20%, dan genotipe lainnya masing-masing 1%. Genotipe 1 juga merupakan genotipe yang paling banyak ditemui di Amerika Selatan dan Eropa.

Penularan

Dibawah ini adalah penyebab menularnya hepatitis C :
  1. Penggunaan Narkoba Suntik
  2. Pajanan terkait layanan kesehatan Transfusi darah, produk darah, dan transplantasi organ tanpa penapisan HCV
  3. Hubungan Seksual
  4. Tindik dan Tatto di bagian tubuh
  5. Kontak dengan darah
  6. Penularan dari ibu ke anak

Diagnosis

Tes diagnosis untuk hepatitis C termasuk: antibodi HCV, ELISA, Western blot, dan RNA HCV kuantitatif. Polymerase chain reaction (PCR) dapat mendeteksi RNA HCV satu hingga dua minggu setelah infeksi, sedangkan antibodi baru terbentuk dan baru dapat ditemukan dalam waktu yang lebih lama.
Hepatitis C kronis merupakan infeksi dengan virus hepatitis C yang menetap selama lebih dari enam bulan berdasarkan keberadaan RNA-nya. Karena infeksi kronis umumnya baru menunjukkan gejala setelah berpuluh tahun, dokter biasanya baru menemukan kasus pada saat pemeriksaan fungsi hati atau saat melakukan penapisan rutin pada orang berisiko tinggi. Pemeriksaan ini tidak dapat membedakan antara infeksi akut dan infeksi kronis.

Pemeriksaan darah

Pemeriksaan hepatitis C biasanya dimulai dengan pemeriksaan darah untuk mendeteksi apakah ada antibodi terhadap HCV dengan menggunakan uji imunoasai enzim (enzyme immunoassay). Jika hasil pemeriksaan ini positif, dilakukan pemeriksaan kedua untuk memastikan uji imunoasai dan untuk menentukan beratnya penyakit. Uji imunoblot rekombinan memastikan uji imunoasai tersebut, dan reaksi rantai polimerase RNA HCV menentukan beratnya. Jika tidak ada RNA dan hasil imunoblot positif, orang tersebut pernah mengalami infeksi namun sudah teratasi baik dengan pengobatan maupun secara spontan; jika imunoblot negatif, artinya uji imunoasai salah. Uji imunoasai baru akan memberikan hasil positif enam hingga delapan minggu setelah infeksi.

Pencegahan

Hingga tahun 2011, belum ada vaksin untuk hepatitis C. Vaksin sedang dikembangkan dan sebagian menunjukkan hasil yang menjanjikan. Langkah pencegahan dapat dilakukan dengan cara seperti program pertukaran jarum suntik dan pengobatan untuk penyalahgunaan zat terlarang, menurunkan risiko hepatitis C hingga 75% pada pengguna narkoba suntik. Penapisan pada pendonor darah penting dilakukan pada tingkat nasional, sesuai dengan universal precautions (pencegahan universal) di fasilitas layanan kesehatan. Di negara-negara yang tidak memiliki pasokan spuit steril yang cukup, penyedia layanan kesehatan sebaiknya memberikan obat oral dibandingkan dengan obat suntik.

Obat-obatan

Peginterferon dan ribavirin merupakan obat-obatan standar untuk HCV. Antara 50-80% pasien yang diobati sembuh. Pasien dengan sirosis atau kanker hati mungkin memerlukan transplantasi hati, namun biasanya virus muncul kembali setelah transplantasi. Tidak ada vaksin untuk hepatitis C.

Pengobatan saat ini menggunakan kombinasi interferon pegilasi dan obat antivirus ribavirin selama 24 atau 48 minggu, bergantung pada tipe HCV. Hasilnya lebih baik pada 50–60% pasien yang diobati. Kombinasi boceprevir atau telaprevir dengan ribavirin dan peginterferon alfa meningkatkan respons antivirus terhadap hepatitis C genotipe 1. Efek samping pengobatan sering terjadi setengah dari pasien yang diobati terserang gejala yang mirip flu, dan sepertiga dari mereka mengalami masalah emosional. Pengobatan yang dilakukan dalam enam bulan pertama akan lebih efektif daripada pengobatan yang dilakukan setelah hepatitis C menjadi kronis.

Pasien yang mengalami infeksi baru dan virus belum dapat dihilangkan setelah delapan hingga dua belas minggu, pasien tersebut sebaiknya menjalani pengobatan interferon pegilasi selama 24 minggu. Bagi pasien dengan thalasemia (kelainan darah), ribavirin sepertinya dapat digunakan, namun meningkatkan kebutuhan akan transfusi. Para ahli yang mendukung mengklaim terapi alternatif sebagai terapi yang bermanfaat pada hepatitis C termasuk milk thistle (silybum), ginseng, dan colloidal silver/perak koloid. Namun, belum ada terapi alternatif yang terbukti memberikan hasil yang lebih baik pada hepatitis C.

Sumber referensi :

http://id.wikipedia.org/wiki/Hepatitis_C
Read More --►

Sabtu, 14 Juni 2014

Pengertian Hepatitis B, Penyebab, Penularan dan Perawatan

Pengertian Hepatitis B, Penyebab, Penularan dan Pencegahan
Pengertian Hepatitis B, Penyebab, Penularan dan Pencegahan. Hepatitis B adalah suatu penyakit hati yang disebabkan oleh "Virus Hepatitis B" (VHB). Virus ini merupakan suatu anggota famili Hepadnavirus yang dapat menyebabkan peradangan hati akut atau menahun yang pada sebagian kecil kasus dapat berlanjut menjadi sirosi hati atau kanker hati. Mula-mula dikenal sebagai "serum hepatitis" dan telah menjadi epidemi pada sebagian Asia dan Afrika. Hepatitis B telah  menjadi endemik di Tiongkok dan berbagai negara Asia.


Penyebab

Ternyata Penyebab Hepatitis bukan dari virus saja. Keracunan akibat obat-obatan dan berbagai macam zat kimia seperti karbontetraklorida, chlorpromazine, chloroform, arsen, fosfor, dan zat-zat lain yang digunakan sebagai obat dalam industri modern, bisa juga menyebabkan Hepatitis.

Diketahui bahwa fungsi hati adalah menetralkan racun yang beredar di dalam darah. Namun Jika banyak sekali zat kimia beracun yang masuk ke dalam tubuh ini dapat juga merusak fungsi hati, sehingga hati tidak dapat bekerja dengan normal.

Diagnosis

Virus Hepatitis B (HBV) seratus kali lebih ganas (infectious) dari HIV, dan sepuluh kali lebih banyak (sering) menularkan. Kebanyakan gejala Hepatitis B tidak nyata. Hepatitis B kronis merupakan penyakit nekroinflamasi kronis hati yang disebabkan oleh infeksi virus.

Hepatitis B persisten

Hepatitis B kronis ini ditandai dengan HBsAg positif (> 6 bulan) di dalam serum, tingginya kadar HBV DNA dan berlangsungnya proses nekroinflamasi kronis hati. Carrier HBsAg inaktif diartikan sebagai infeksi HBV persisten hati tanpa nekroinflamasi.

Hepatitis B kronis eksaserbasi

Keadaan klinis yang ditandai dengan peningkatan intermiten ALT>10 kali batas atas nilai normal (BANN).
Diagnosis infeksi Hepatitis B kronis didasarkan pada pemeriksaan serologi, petanda virologi, biokimiawi dan histologi. Secara serologi, pemeriksaan yang dianjurkan untuk diagnosis dan evaluasi infeksi Hepatitis B kronis adalah : HBsAg, HBeAg, anti HBe dan HBV DNA (4,5). Pemeriksaan virologi, dilakukan untuk mengukur jumlah HBV DNA serum sangat penting karena dapat menggambarkan tingkat replikasi virus. Pemeriksaan biokimiawi yang penting untuk menentukan keputusan terapi adalah kadar ALT. Peningkatan kadar ALT menggambarkan adanya aktivitas kroinflamasi. Oleh karena itu pemeriksaan ini dipertimbangkan sebagai prediksi gambaran histologi. Pasien dengan kadar ALT yang menunjukkan proses nekroinflamasi yang lebih berat dibandingkan pada ALT yang normal. Pasien dengan kadar ALT normal memiliki respon serologi yang kurang baik pada terapi antiviral. Oleh sebab itu pasien dengan kadar ALT normal dipertimbangkan untuk tidak diterapi, kecuali bila hasil pemeriksaan histologi menunjukkan proses nekroinflamasi aktif. Sedangkan tujuan pemeriksaan histologi adalah untuk menilai tingkat kerusakan hati, menyisihkan diagnosis penyakit hati lain, prognosis dan menentukan manajemen anti viral.

Gejala umum penyakit Hepatitis B ringan

1. Selera makan hilang
2. Rasa tidak enak di perut
3. Mual sampai muntah
4. Demam ringan, kadang-kadang disertai nyeri sendi
5. Bengkak pada perut kanan atas

Setelah satu minggu akan timbul gejala utama seperti bagian putih pada mata tampak kuning, kulit seluruh tubuh tampak kuning dan air seni berwarna seperti teh.

Ada 3 kemungkinan tanggapan kekebalan yang diberikan oleh tubuh terhadap virus Hepatitis B pasca periode akut. Kemungkinan pertama,

1. Jika tanggapan kekebalan tubuh adekuat maka akan terjadi pembersihan virus, pasien sembuh.
2. Jika tanggapan kekebalan tubuh lemah maka pasien tersebut akan menjadi carrier inaktif.
3. Jika tanggapan tubuh bersifat intermediate (antara dua hal di atas) maka penyakit terus berkembang menjadi hepatitis B kronis.

Penularan

Hepatitis B merupakan bentuk Hepatitis yang lebih serius dibandingkan dengan jenis hepatitis lainnya. Penderita Hepatitis B bisa terjadi pada setiap orang dari semua golongan umur. Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan virus Hepatitis B ini menular.

1. Secara vertikal, cara penularan vertikal terjadi dari Ibu yang mengidap virus Hepatitis B kepada bayi yang dilahirkan yaitu pada saat persalinan atau segera setelah persalinan.
2. Secara horisontal, dapat terjadi akibat penggunaan alat suntik yang tercemar, tindik telinga, tusuk jarum, transfusi darah, penggunaan pisau cukur dan sikat gigi secara bersama-sama (Hanya jika penderita memiliki penyakit mulut (sariawan, gusi berdarah,dll), lendir (berciuman) atau luka yang mengeluarkan darah serta hubungan seksual dengan penderita.

Sebagai antisipasi, biasanya terhadap darah-darah yang diterima dari pendonor akan di tes terlebih dulu apakah darah yang diterima reaktif terhadap Hepatitis, Sipilis dan HIV.

Sesungguhnya, tidak semua yang positif Hepatitis B perlu ditakuti. Dari hasil pemeriksaan darah, dapat terungkap apakah ada riwayat pernah kena dan sekarang sudah kebal, atau bahkan virusnya sudah tidak ada. Bagi pasangan yang hendak menikah, tidak ada salahnya untuk memeriksakan pasangannya untuk menenularan penyakit ini.

Perawatan

Kerusakan sel hati yang disebabkan virus hepatitis B dapat tumbuh kembali sisa sedikit kerusakan, tetapi penyembuhannya memerlukan waktu berbulan-bulan dengan diet dan istirahat yang baik.

Hepatitis B akut umumnya sembuh, hanya 10% menjadi Hepatitis B kronik (menahun) dan dapat berlanjut menjadi sirosis hati atau kanker hati. Saat ini ada beberapa perawatan yang dapat dilakukan untuk Hepatitis B kronis yang dapat meningkatkan kesempatan bagi seorang penderita penyakit ini. Perawatannya tersedia dalam bentuk antiviral seperti lamivudine dan adefovir dan modulator sistem kebal seperti Interferon Alfa ( Uniferon).

Pengobatan Tradisional

Terdapat pengobatan tradisional yang dapat dilakukan untuk mencegah dan membantu pengobatan hepatitis B. Tumbuhan obat atau herbal yang dapat digunakan diantaranya mempunyai efek sebagai hepatoprotektor, yaitu melindungi hati dari pengaruh zat toksik yang dapat merusak sel hati, juga bersifat anti radang, kolagogum dan khloretik, yaitu meningkatkan produksi empedu oleh hati.

Beberapa jenis tumbuhan obat yang dapat digunakan untuk pengobatan Hepatitis, antara lain :
1. Temulawak
2. Kunyit
3. Sambiloto
4. Meniran
5. Daun serut/mirten
6. Jamur kayu/lingzhi
7. Akar alang-alang
8. Rumput mutiara
9. Pegagan
10. Buah kacapiring
11. Buah mengkudu
12. Jombang

Pengobatan alternatif lain Hepatitis B seperti hijamah/bekam yang bisa menyembuhkan segala penyakit hepatitis, asal dilakukan dengan benar dan juga dengan standar medis.

Sumber referensi :

http://id.wikipedia.org/wiki/Hepatitis_B
Read More --►

Jumat, 11 April 2014

Gejala Penyakit Hepatitis A, Penyebab dan Cara Pencegahan

Gejala Penyakit Hepatitis A, Penyebab dan Cara Pencegahan. Hepatitis A adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh virus yang disebarkan oleh kotoran/tinja penderita; biasanya melalui makanan (fecal - oral), bukan melalui aktivitas seksual atau melalui darah. Hepatitis A paling ringan dibanding hepatitis jenis lain (B dan C). Sementara hepatitis B dan C disebarkan melalui media darah dan aktivitas seksual dan lebih berbahaya dibanding Hepatitis A.

Penularan virus Hepatitis A atau Hepatitis Virus tipe A (HVA) melalui fecal oral, yaitu virus ditemukan pada tinja. Virus ini juga mudah menular melalui makanan atau minuman yang sudah terkontaminasi, juga terkadang melalui hubungan seks dengan penderita.

Gejala Hepatitis A biasanya tidak muncul sampai Anda memiliki virus selama beberapa minggu. Hepatitis A sangat terkait dengan pola hidup bersih. Dalam banyak kasus, infeksi Hepatitis A tidak pernah berkembang hingga separah Hepatitis B atau C sehingga tidak akan menyebabkan kanker hati. Meski demikian, Hepatitis A tetap harus diobati dengan baik karena mengurangi produktivitas bagi yang harus dirawat di rumah sakit.

Waktu terekspos sampai kena penyakit kira-kira 2 sampai 6 minggu. Penderita akan mengalami gejala-gejala seperti demam, lemah, letih, dan lesu, pada beberapa kasus, seringkali terjadi muntah-muntah yang terus menerus sehingga menyebabkan seluruh badan terasa lemas. Demam yang terjadi adalah demam yang terus menerus, tidak seperti demam yang lainnya yaitu pada demam berdarah, tbc, thypus, dll.

Penyebab Penyakit Hepatitis A 

Virus HAV merupakan penyabab penyakit hepatitis A. Berikut adalah faktor memicu terjadinya penyakit hepatitis A:
  1.     Gaya hidup tidak sesuai aturan
  2.     Terlalu banyak konsumsi obat kimia
  3.     Tidak makana pagi hari / sarapan
  4.     Makan terlalu berlebihan
  5.     Tidak BAB di pagi hari
  6.     Sering begadang
Gejala Penyakit Hepatitis A 

Berikut gejala-gejala penyakit hepatitis A:
  1.     Tubuh selalu merasa lelah
  2.     Perut terasa sakit karena diare dan mual
  3.     Nafsu makan berkurang
  4.     Depresi
  5.     Jaundice, atau perubahan warna pada kulit juga putih mata menjadi kuning
  6.     Berat badan yang turun drastis dan disertai dengan mengalami gatal-gatal
  7.     Warna tinja  menjadi lebih terang
Pencegahan

Kasus-kasus ringan Hepatitis A biasanya tidak memerlukan pengobatan dan kebanyakan orang yang terinfeksi sembuh sepenuhnya tanpa kerusakan hati permanen.

Perilaku hidup bersih seperti mencuci tangan pakai sabun sebelum makan dan sesudah dari toilet adalah salah satu cara terbaik untuk melindungi diri terhadap virus Hepatitis A. Orang yang dekat dengan penderita mungkin memerlukan terapi imunoglobulin. Imunisasi hepatitis A bisa dilakukan dalam bentuk sendiri (Havrix) atau bentuk kombinasi dengan vaksin hepatitis B (Twinrix). Imunisasi hepatitis A dilakukan dua kali, yaitu vaksinasi dasar dan booster yang dilakukan 6-12 bulan kemudian, sementara imunisasi hepatitis B dilakukan tiga kali, yaitu dasar, satu bulan dan 6 bulan kemudian. Imunisasi hepatitis A dianjurkan bagi orang yang potensial terinfeksi seperti penghuni asrama dan mereka yang sering jajan di luar rumah.

Tidak ada pengobatan yang spesifik untuk Hepatitis A, sebab infeksinya sendiri biasanya akan sembuh dalam 1-2 bulan. Namun untuk mengurangi dampak kerusakan pada hati sekaligus mempercepat proses penyembuhan, beberapa langkah penanganan berikut ini akan diberikan saat dirawat di rumah sakit.
  1. Istirahat. Tujuannya untuk memberikan energi yang cukup bagi sistem kekebalan tubuh dalam memerangi infeksi.
  2. Anti mual. Salah satu dampak dari infeksiHhepatitis A adalah rasa mual, yang mengurangi nafsu makan. Dampak ini harus diatasi karena asupan nutrisi sangat penting dalam proses penyembuhan.
  3. Istirahatkan hati. Fungsi hati adalah memetabolisme obat-obat yang sudah dipakai di dalam tubuh. Karena hati sedang mengalami sakit radang, maka obat-obatan yang tidak perlu serta alkohol dan sejenisnya harus dihindari selama sakit.
Pencegahannya untuk Hepatitis A adalah melakukan vaksinasi yang juga tersedia untuk orang-orang yang berisiko tinggi.

Refrensi Wikipedia Penyakit
Read More --►

Jumat, 10 Januari 2014

Pengertian dan Penyebab Penyakit Kuning

Pengertian dan Penyebab Penyakit Kuning
Penyakit Kuning (icterus atau jaundice) adalah penyakit yang menyebabkan menguningnya kulit, sclera (bagian putih pada mata) dan juga kelenjar ludah yang disebabkan oleh tingginya kadar bilirubin pada tubuh manusia (atau tubuh hewan yang mempunyai sel darah merah). Biasanya konsentrasi bilirubin pada darah harus melebihi 2–3 mg/dL untuk menimbulkan warna kuning yang bisa terlihat oleh kasat mata. Jaundice berasal dari Bahasa Perancis yaitu jaune, yang berarti kuning. Cairan empedu masuk ke dalam darah, sehingga tubuh tampak kekuningan.

Hepatitits dikenal dengan penyakit Liver atau penyakit kuning. Namun perlu diketahui bahwa tidak semua penyakit kuning disebabkan oleh peradangan hati dan tidak semua peradangan hati menyebabkan penyakit kuning. Penyakit kuning sudah dikenal sejak ribuan tahun yang lalu, yaitu pada abad V sebelum masehi di Babilonia. Seorang tabib kuno, Hippocrates, menemukan bahwa penyakit kuning adalah penyakit yang menular sehingga dinamakan iterus infectiosa. Pada saat itu, penyakit kuning mewabah di kalangan penduduk sipil dan serdadu. 

PENYEBAB UMUM TERJADINYA PENYAKIT KUNING

Virus merupakan penyebab hepatitis A, B, C, D, E, F, dan G. Disamping itu, penyakit kuning juga bisa disebabkan oleh bakteri, parasit, obat - obatan, bahan kimia alami atau sintetis yang merusak hati, alkohol, gizi yang buruk, serta penyakit autoimmun. Virus Hepatitis B lebih sering menjadikan penyakit kuning berlanjut menjadi menahun. Yang menahun ini dapat jinak, dapat pula ganas - atau berubah menjadi cirrhosis atau malah kanker hati. Lebih dari 80% kanker hati sekunder bermula dari virus hepatitis B.

CARA PENULARAN PENYAKIT KUNING

Penularannya menyebar luas melalui hubungan seksual, jarum suntik, jarum infus, berbagai macam peralatan bedah, peralatan yang sering digunakan oleh dokter gigi, peralatan menicure pedicure yang dipakai secara bergantian di salon, bisa juga melalui jarum akupuntur, jarum tindik, alat untuk tatto, serta jarum yang biasa dipake oleh para pengguna narkoba. Oleh karena itu, kita perlu berhati - hati dan mewaspadai segala kemungkinan karena sampai saat ini penyakit hepatitis B dan C belum dapat disembuhkan. Hingga saat ini, dari semua jenis penyakit hepatitis, baru hepatitis B yang bisa dikebalkan dengan vaksinasi.



JENIS-JENIS PENYAKIT KUNING DAN CARA PENULARANNYA: 

1. HEPATITIS A (HAV)
Hepatitis A ditularkan melalui jalur oral - fekal. Penyakit hepatitis jenis A ini bisa disembuhkan secara sempurna dan tidak berkembang menjadi penyakit kronis 

2.  HEPATITIS B (HBV)
Penyakit hepatitis B ini ditularkan melalui darah, hubungan seksual, dan perinatal. Sekitar 5% hepatitis B akut berkembang menjadi kronis dan berkembang menjadi sirosis atau karsinoma hepatoseluler 

3. HEPATITIS C (HCV)
Sebanyak 50% kasus infeksi HCV akut sebagai akibat dari transfusi akan berkembang emnjadi kronis. antara 20 - 50% dari mereka menderita sirosis dan akhirnya sebagian berkembang menjadi karsinoma hepatoseluler

4. HEPATITIS D (HDV)
Virus hepatitis D merupakan infeksi yang terjadi simultan dengan HBV. Sebagian dari hepatitis D dapat berkembang menjadi hepatitis kronis

5. HEPATITIS E (HEV)
Virus hepatitis E ini secara epidemiologik serupa dengan hepatitis A. Hepatitis E ini tidak berkembang menjadi hepatitis kronis 

Sumber referensi :
http://id.wikipedia.org/wiki/Penyakit_kuning
http://carapedia.com/tentang_penyakit_kuning_info2277.html
Read More --►
Energy Saving Mode
Gunakan Mouse untuk Keluar Mode Energy Saving