Mudjoko

Laki-laki, XX tahun

Kudus, Indonesia

SELAMAT DATANG DI BLOG PERJALANANKU, MY LIFE MY BLOG adalah blog yang menceritakan semua yang saya suka, Inspirasi, dan Motivasi.Selamat bergabung di blog saya, semoga bisa jadi motivasi dan inspirasi bagi anda yang membacanya Semoga Bermanfaat.

Visit My Blog :
=>tritunggaljayakudus.blogspot.com
=>tritunggaljaya-kudus.blogspot.com
=>tritunggal-jayakudus.blogspot.com
=>mudjoko.kds@gmail.com
::
Start
Mudjoko™ Kangmas Djoko
Shutdown

Navbar bawah

Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label kulit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kulit. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Januari 2015

6 Fakta Menarik Tentang Penyakit Kusta

6 Fakta Menarik Tentang Penyakit Kusta
ilustrasi kista (foto:©dailyrecord.co.uk)
Penyakit kusta merupakan penyakit yang merusak kulit. Tapi tidak hanya itu kusta juga bisa dengan cepat merusak sarat, anggota tubuh gerak dan mata. Sehingga penyakit ini merupakan salah satu penyakit yang ditakuti dan seringkali penderita kusta dijauhi karena takut tertular.


Pada artikel sebelumnya saya sudah membahas mengenai pengertian penyakit kusta. Dan kali ini saya akan mengupas fakta tentang penyakit ini. Berikut 6 fakta penyakit kusta yang perlu anda ketahui seperti yang dilansir merdeka.com;

1. Masuk dalam salah satu penyakit tertua di dunia

Kusta atau Hansen’s Disease merupakan salah satu penyakit tertua di seluruh dunia. Nama Hansen’s Disease berasal dari nama ilmuwan yang menemukannya yaitu Armauer Hansen. Kusta merupakan penyakit menular yang menyerang sistem saraf dan bagian tubuh lain seperti tangan, kaki, dan wajah.

2. Disebabkan oleh bakteri

Penyebab penyakit ini adalah bakteri yang disebut Mycobacterium leprae. Gejala yang paling umum dari penyakit kusta adalah munculnya bercak putih pada kulit yang membuatnya mati rasa.

3. Tidak mudah menular

Banyak yang mengira bahwa kusta bisa menular akibat air liur dari mulut atau cairan dari hidung. Namun faktanya penularan kusta tidak secepat itu. Penyakit ini menular apabila terjadi kontak yang berkali-kali dan sangat dekat dengan pasien. Penderita kusta yang tidak diobati yang bisa menularkan kusta. Sedangkan pasien yang sudah melakukan pengobatan, risiko penularan kusta sudah menurun drastis.

4. Gejalanya berbeda pada masing-masing orang

Gejala kusta yang terjadi pada tiap orang bisa berbeda. Salah satu gejala klasik adalah munculnya bercak putih pada kulit yang mati rasa dan tidak akan merasakan apapun saat disentuh.

5. Kusta bisa disembuhkan secara gratis

Penyakit ini dapat disembuhkan dengan menggunakan terapi obat-obatan (MDT). Menteri Kesehatan memberikan pengobatan gratis pasien kusta di puskesmas. MDT untuk kusta terdiri atas kombinasi tiga obat antara lain clozafimine, rifampicin, dan daspone. Obat tersebut dikonsumsi selama enam sampai 24 bulan masa pengobatan.

6. Kusta yang tak terawat bisa sebabkan cacat

Kusta yang tak terawatt bisa menyebabkan cacat dan perubahan bentuk pada bagian tubuh tertentu. Seperti pada jari tangan dan kaki yang menekuk. Selain itu, penyakit ini juga bisa menyebabkan cacar pada mata dan memicu kebutaan, serta infeksi pada tangan dan kaki.


Itulah 6 Fakta tentang penyakit kusta. Sebaiknya penderita harus mendapat perawatan yang baik agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Seperti cacat permanen dan penularan. Semoga bermanfaat.
Read More --►

Selasa, 11 November 2014

Sinar Matahari Dapat Membuat Kulit Keriput dan Tua

Sinar Matahari Dapat Membuat Kulit Keriput dan Tua
Mengalami kulit keriput dan terdapat bercak merupakan hal yang sangat menjengkelkan, apalagi anda sedang melakukakn perawatan kulit. Tahukah anda salah satu penyebab utamanya adalah paparan sinar matahari. Namun beda dengan sinar matahari pagi yang dapat memberikan vitamin D.


Terkena sinar matahari secara berlebihan dapat menyebabkan keriput dini, pigmentasi, dan bercak melingkar pada kulit. Untuk menghindari hal tersebut sebaiknya gunakan lotion pelindung tabir surya. Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua Bidang Kerjasama PERDORSKI, Dr. Sri Ellyani, Sp. KK dalam diskusi Kampanye Edukasi Masyarakat Tentang Perlindungan Terhadap Sinar UV di Soehanna Hall, Energy Building, Jakarta.

"Pada bercak tidak merata, bila didiamkan dan makin tebal menyebabkan terjadinya hiperpigmentasi," kata Ellyani seperti dilansir oleh health liputan 6.


Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa Negara Indonesia merupakan negara tropis dengan paparan sinar matahari, terutama sinar UV yang begitu tinggi. Dengan demikian berpotensi pada masalah kesehatan kulit.
Read More --►

Jumat, 17 Oktober 2014

5 Cara Alami Untuk Menghilangkan Komedo Membandel

5 Cara Alami Untuk Menghilangkan Komedo
5 Cara alami untuk menghilangkan komedo. Komedo dapat mengganggu kecerahan wajah anda. Hal ini tentu sangat membuat resah. Apalagi ketika pasangan anda melihat komedo anda dari dekat. Bagi anda yang malas untuk melakukan perawatan mahal untuk menghilangkan komedo, tidak perlu khawatir karena ada beberapa cara alami yang dapat dilakukan untuk menghilangkan komedo.


Dibawah ini adalah cara alami untuk menghilangkan komedo seperti yang dilansir oleh health liputan 6.

1. Biji pala dan susu

Jika anda memiliki komedo dan kulit berminyak, anda dapat menggunakan biji pala dan susu. Biji pala berkhasiat untuk menyingkirkan minyak dan membuat kulit menjadi mulus. Sedangkan susu memiliki kandungan asam laktat yang dapat menyingkirkan sel kulit mati. Haluskan bubuk biji pala dan campurkan dengan susu. Kemudian oleskan pada hidung lalu pijit dengan gerakan melingkar. Lakukan selama 3-5 menit lalu bilas. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal lakukanlah secara rutin.

2. Madu

Oleskan madu pada hidung dan lakukan pijat secara merata. Alangkah baiknya menggunakan madu yang lebih lengket. Selain menyingkirkan komedo, madu juga berperan sebagai antibakteri dan antioksidan, sehingga membuat kulit anda lebih sehat.

3. Masker Telur

Ini merupakan cara yang paling efektif untuk menghilangkan komedo. Oleskan putih telur pada hidung dan biarkan hingga kering. Lakukan sebanyak 2-3 kali. Lalu diamkan selama 15 menit, kemudian gosok wajah Anda menggunakan kain basah hangat. Hasilnya dapat membuat wajah Anda bebas dari komedo dan menjadi halus dan lembut.

4. Tanah Liat

Sediakanlah tanah liat yang digunakan khusus untuk kosmetik. Campurkan 1 sendok makan cuka sari apel dan aduk hingga merata. Setelah campuran merata, oleskan pada hidung dan diamkan selama kurang lebih 15-20 menit. Bilas dengan menggunakan kain basah hangat dengan cara ditempelkan sesaat pada kulit, lalu usap secara perlahan.

5. Menggunakan Sikat Gigi

Jika keempat cara diatas gagal, dan komedo tambah membandel, gunakan sikat gigi khusus untuk membersihkan komedo. Gunakan cairan lemon dan dua tetes jojoba oil pada bulu sikat gigi. Kemudian, gosokkan pada komedo. Gosok dengan cara melingkar dan lembut dan bilas dengan air bersih.

Yang perlu diketahui adalah jangan pernah lakukan cara ke lima lebih dari seminggu sekali dan jangan sampai mengenai mata dan bekas luka karena akan terasa sangat sakit.


Itulah 5 cara alami yang dapat dilakukan untuk menghilangkan komode. Selamat mencoba
Read More --►

Kamis, 25 September 2014

6 Masalah Pada Kulit Bayi Yang Sering Terjadi

kulit bayi
6 Masalah pada kulit bayi yang sering terjadi. Kulit bayi merupakan jenis kulit yang paling lembut serta sangat sensitif. Hal ini karena kulit bayi merupakan kulit yang baru menyentuh suasana dunia luar. Karena itu kulit bayi tersebut sangat sensitive dengan ruam atau goresan.

Seperti yang dilansir oleh merdeka berikut adalah 6 masalah kulit yang biasanya diderita oleh bayi.

1. Ruam popok
Masalah kulit karena karena popok atau biasa disebut ruam popok merupakan gangguan kulit yang tidak terelakkan. Dibebabkan karena popok selalu digunakan bayi. Pilihlah popok dengan bahan lembut agar bisa menjaga kulit bayi. Jika bayi Anda mengalami ruam popok, segera oleskan krim khusus ruam popok.

2. Jerawat bayi
Bukan hanya orang dewasa saja yang memiliki jerawat, wajah bayi juga bisa ditumbuhi oleh jerawat. Tapi jangan khawat karena jerawat yang tumbuh tidaklah terlalu berbahaya. Secara alami jerawat tersebut akan hilang sehingga anda tidak perlu menggunakan obat jerawat.


3. Eksim
Eksim atau ruam merah pada kulit biasanya terjadi pada bayi yang memiliki riwayat alergi. Eksim ini biasanya muncul di daerah wajah, dada, lengan, atau siku. Secara bertahap eksim tersebut bisa menjadi kulit kering dan bersisik. Eksim bisa semakin parah jika dipicu reaksi alergi terhadap sabun , khususnya deterjen yang biasa digunakan untuk mencuci pakaian bayi.

4. Kulit kering
Kelit kering pada bayi yang baru lahir merupakan hal normal dan biasa. Ini akan terjadi selama beberapa hari. Namun apabila jika terus berlanjut segera hubungi dokter anak untuk pengecekan lebih lanjut.

5. Biang keringat
Biang keringat pada bayi biasanya muncul pada lipatan kulit dan terjadi karena kulit yang lembab. Untuk menghindarinya,  jangan menggunakan pakaian yang ketat.

6. Bintik putih
Bintik putih atau milia ini terkadang muncul di hidung yang disebabkan karena serpihan kulit menghambat kelenjar minyak. Anda tidak perlu khawatir karena gangguan ini bisa hilang dengan sendirinya.

Itulah beberapa masalah kulit yang umum terjadi pada bayi, so jangan terlalu panik jika bayi anda mengalaminya. Mungkin itu bersifat sementara, namun jika berlanjut harap segera hubungi dokter.
Read More --►

Rabu, 03 September 2014

6 Manfaat Terapi Uap (Sauna) Untuk Kesehatan Tubuh

6 Manfaat Terapi Uap Untuk Kesehatan Tubuh. Biasanya dokter akan menyarankan kita untuk terapi uap ketika hidung tersumbat. Namun bukan cuman mengobati hidung tersumbat saja, ternyata sauna atau terapi uap air banyak memiliki beberapa manfaat. Untuk mengetahui khasiat lain dari uap air, simak beberapa ulasannya dibawah ini.


Seperti yang dilansir oleh merdeka.com berikut 6 manfaat terapi uap air.

1. Mengatasi gangguan pernapasan
Terapi uap air dapat melancarkan pernapasan dan mengobati gangguan pernapasan akibat lendir atau flek. Dengan terapi uap air dapat membantu mengeluarkan flek dan lendir yang mengganggu. Selain itu sauna juga dapat membantu meredakan masalah tenggorokan dan demam. Penderita asma, sinusitis, bronkitis, dan alergi sangat baik untuk melakukan terapi uap ini.

2. Menyegarkan kulit
Saat sauna, tubuh akan terkena uap hangat yang dapat membuat pori-pori kulit akan melebar sehingga memicu keluarnya keringat. Racun yang ada dalam tubuh nantiny akan keluar bersamaan dengan keringat, sehingga membuat kulit akan terasa segar dan lebih bersih.

3. Meningkatkan kekebalan tubuh
Sauna dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh anda. Hawa panas yang mengenai tubuh akan membunuh bakteri dan virus yang tinggal. Selain itu, terapi ini juga membantu meningkatkan produksi sel darah putih yang mempunyai peran penting untuk melawan infeksi dalam tubuh.

4. Membantu menurunkan berat badan
Keringat yang keluar saat terapi uap air akan mengikut sertakan lemak dalam tubuh. Sehingga terapi ini membantu menurunkan berat badan dengan aman dan efektif.

5. Mengatasi nyeri sendi
Faktor-faktor penyebab nyeri sendi seperti arthritis, rematik, kram, dan lainnya dapat diatasi dengan terapi sauna. Uap panas membantu meningkatkan sirkulasi darah dalam tubuh dan menyuplai oksigen pada darah sehingga mempercepat proses persembuhan nyeri sendi.

6. Meredakan stres
ketika anda melakukan terapi uap ini akan membuat pikiran menjadi tenang, tubuh terasa segar dan juga menghilangkan stres.


Itulah khasiat dari terapi uap atau sauna yang perlu anda ketahui. Semoga bermanfaat 
Read More --►

Minggu, 31 Agustus 2014

5 Tips Penting Untuk Kulit Berseri dan Bercahaya

5 Tips Penting Untuk Kulit Berseri dan Bercahaya
5 Tips penting untuk Kulit Berseri dan Bercahaya. Setiap orang pasti menginginkan kulit yang bersinar. Tapi ada dari mereka tidak mengetahui bahwa kulit bersinar bukan hanya tentang perawatan eksternal, namun sebaiknya diiringi dengan perawatan internal. Daripada mengandalkan riasan, cobalah tips sederhana untuk kulit yang cerah dan bersinar seperti yang dilansir healthmeup.

1. Minum Cukup Air
Anda mungkin pernah mendengar tentang bagaimana seseorang harus minum minimal 2 liter air per hari. Semakin banyak Anda minum, semakin baik juga untuk kulit Anda. Jangan hanya menempel 2 liter, minum air sebanyak yang Anda bisa. Selain air, tambahkan makanan seperti mentimun, semangka, lemon, bit dll karena makanan tersebut mengandung kadar air yang cukup juga. Ini akan melembabkan kulit Anda, menjauhkan diri segala jenis kekeringan dan membuatnya lebih bercahaya. 

2. Latihan
Berolahraga bukan hanya bermanfaat untuk kesehatan fisik Anda, tetapi juga untuk kulit Anda yang akan merasakan perbedaannya. Berolahraga meningkatkan aliran darah, sehingga darah Anda untuk lebih membawa oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh Anda. Perbaikan sirkulasi tersebut juga bermanfaat bagi kesehatan kulit, sehingga membuat kulit anda bercahaya.

3. Tidur nyenyak
Kulit Anda mulai melakukan penyembuhan dan proses peremajaan ketika Anda tidur di malam hari. Itulah mengapa dokter menyarankan tidur malam yang baik. Selain itu, jika begadang terlalu lama, tubuh Anda akan kelelahan dan ini mempengaruhi aliran darah. Gangguan seperti aliran darah normal secara langsung mempengaruhi kulit Anda. Ingatlah untuk setidaknya mendapatkan delapan jam tidur setiap malam.

4. Hindari Merokok
Merokok sangat mempengaruhi kesehatan kulit. Ketika Anda menarik napas, asap cenderung menyempitkan pembuluh darah Anda. Di sisi lain, ketika Anda mengeluarkan napas, tembakau rokok Anda melepaskan ke udara dapat mengeringkan kulit Anda. Jauhkan dari segala bentuk merokok jika Anda menginginkan kulit yang cerah dan bersinar.  

5. Makanan
Vitamin, mineral, antioksidan dll semua nutrisi alami ditemukan dalam makanan. Makanan olahan dan cepat saji kekurangan nutrisi tersebut, tambahkan dosis yang sehat dari buah-buahan dan sayuran untuk makanan Anda. Tidak hanya akan menguntungkan kulit Anda tetapi akan meningkatkan kesehatan Anda secara keseluruhan juga.

Itulah 5 tips untuk membuat kulit berseri dan bercahaya. Semoga bermanfaat
Read More --►

Kamis, 17 Juli 2014

7 Alternatif Bahan Alami Untuk Membuat Masker Wajah

masker wajah untuk kulit sehat dan halus
7 Alternatif Obat Rumahan Untuk Membuat Masker Kulit Wajah. Kulit yang halus dan sempurna adalah impian bagi siapa pun, terutama bagi perempuan. Meskipun beberapa mungkin cukup beruntung untuk mendapatkan kulit halus sejak lahir itu sendiri, mereka masih membutuhkan beberapa upaya untuk mempertahankannya. Yang kurang beruntung, di sisi lain, harus melipatgandakan usaha, dan bisa mendapatkan hasil yang diinginkan dengan makan makanan yang tepat dan mengikuti rutinitas, yang disiplin dan namun tidak terlalu keras.

Fungsi masker wajah adalah untuk membuat kulit wajah anda sehat dan bersinar. Semua wanita dapat dengan mudah menipu usia mereka dan memiliki kulit bebas masalah dengan menjaganya agar tetap mulus. Berikut adalah beberapa obat rumah seperti buah buahan, air dan yogurt untuk membuat masker wajah solusi untuk kulit halus seperti yang dikutip magforwoman.com.

1. Pepaya

Haluskan pepaya dan oleskan pada kulit selama sekitar 15-20 menit.Kemudian cuci dengan air hangat untuk mendapatkan kulit halus. Lemon juga dapat ditambahkan ke masker pepaya untuk mengurangi tan dan mendapatkan kulit yang lebih sehat.

2. Jus Lemon

Jus lemon dapat menjaga kesehatan kulit dari dalam dan luar. Hal ini dapat dicampur dengan putih telur dan diaplikasikan pada wajah dan leher, dan dicuci setelah 15 menit. Ini mengandung antioksidan dan vitamin C yang meringankan dan mencerahkan kulit. Ini sangat baik bagi mereka yang memiliki kulit berminyak, karena menghilangkan sel-sel mati dan meninggalkan kulit lembut dan bersinar.

3. Air

Air adalah hal yang sederhana dan murah yang tersedia untuk kulit halus dan bercahaya. Cukup meminum 8-10 gelas air sehari membuat kulit terhindar dari dehidrasi dan mencegah kekeringan dan keriput. Mencuci wajah dan leher setidaknya 2-3 kali sehari membuat pori-pori bersih dan juga membuat kulit halus dan diremajakan. Menggunakan terlalu banyak sabun bisa meninggalkan kulit kering, sehingga lebih baik Anda mencuci wajah hanya dengan air saja.

4. Pisang

Pisang membantu untuk memerangi jerawat. Mengandung air dan merupakan pelembab alami, sehingga mencegah keriput dan garis-garis halus. Pisang dihaluskan dan diterapkan pada wajah dan leher dan dicuci setelah 20 menit untuk mendapatkan kulit bercahaya, halus dan awet muda. Tumbuk pisang juga bisa dicampur dengan susu dan minyak Vitamin E untuk membuat masker muka. Hal ini dapat diterapkan selama sekitar 30 menit dan dicuci. Biasakan menggunakan masker ini untuk mendapatkan kulit yang cerah dan halus.

5. Mentimun iris

Mentimun berfungsi mendinginkan dan menenangkan kulit. Sebarkan irisan tipis mentimun pada wajah dan biarkan selama 20 menit. Menghapusnya, dan mencuci wajah Anda untuk mendapatkan tampilan yang menyegarkan dan meremajakan. Sifat hydrating mentimun menutrisi kulit dan membuatnya halus. Mentimun juga mengandung sifat pengetatan. Dapat juga dicampur dalam susu, yang dapat diterapkan pada wajah dan leher sebagai masker dan dibiarkan selama 30 menit. Menerapkan masker secara teratur dapat membuat pori-pori lebih ketat dan memberikan kulit terlihat lebih muda dan halus.

6. Masker Yogurt

Yogurt telah digunakan sejak lama untuk menjaga tubuh sehat dan kulit bersinar. Hal ini dapat diterapkan pada kulit untuk membersihkan pori-pori dan membuatnya halus. Sebuah masker wajah dapat dibuat dengan mencampur yogurt dengan jus lemon dan madu. Terapkan sekali atau dua kali dalam seminggu selama 20 menit dan kemudian bilas dengan air hangat. Hal ini dapat membuat kulit Anda cerah dan bercahaya.

7. Uap Air

Memberikan uap air pada wajah membersihkan pori-pori dan membantu untuk menyingkirkan komedo dan kotoran yang tersembunyi di dalamnya. Ambil air mendidih dalam bejana dan tempatkan wajah Anda diatasnya sehingga uap ari akan mengenai wajah. Gunakan handuk di atas kepala untuk menahan uap air agar tetap mengenai wajah. Jangan terlalu mendekatkan wajah dengan bejana dengan air mendidih, karena hal ini dapat menyebabkan kerusakan kulit dan keriput. Setelah 10-15 menit dari uap, bersihkan wajah Anda dengan jaringan lunak. Sebuah pasta yang terbuat dari bubuk cendana dan air mawar dapat diterapkan pada wajah untuk menutup pori-pori setelah menggunakan uap air. Hal ini dapat dilakukan seminggu sekali untuk menjaga kulit sehat dan mulus.

Itulah beberapa tips pengobatan rumahan yang bisa dilakukan untuk mendapatkan kulih halus sehat dan bercahaya. Ini dapat mengurangi kunjungan Anda kesalon yang dapat menguras kantong anda. Selamat mencoba.

Sumber referensi :

http://www.magforwomen.com/
Read More --►

Jumat, 30 Mei 2014

Pengertian Campak, Gejala Pencegahan dan Pengobatan

Pengertian Penyakit Campak Gejala dan Pengobatan
Pengertian Penyakit Campak, Penyebab, Gejala  dan Pengobatan. Penyakit Campak atau disebut juga Rubeola, Campak 9 hari, measles dan dibeberapa daerah disebut sebagai tampek, dabaken atau morbili adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus. Campak sangat menular dan gejalanya ditandai dengan demam, batuk, konjungtivitis (peradangan selaput ikat mata/konjungtiva) dan ruam kulit. Penyebab penyakit ini adalah karena infeksi virus campak golongan Paramixovirus.


Penyakit ini menular melalui udara ataupun kontak langsung dengan penderita, seperti melalui percikan ludah penderita campak. Penderita bisa menularkan infeksi ini dalam waktu 2-4 hari sebelum timbulnya ruam kulit dan 4 hari setelah ruam kulit ada. Jika seseorang pernah menderita campak, maka biasanya dia akan kebal terhadap penyakit ini.

Penyebab

Campak disebabkan oleh virus campak paramiksovirus. Penularan terjadi melalui percikan ludah dari hidung, mulut maupun tenggorokan penderita campak (air borne disease). Masa inkubasi adalah 10-14 hari sebelum gejala muncul.

Kekebalan terhadap campak diperoleh setelah vaksinasi, infeksi aktif dan kekebalan pasif pada seorang bayi yang lahir ibu yang telah kebal (berlangsung selama 1 tahun). Orang-orang yang rentan terhadap campak adalah: 
  1. Bayi berumur lebih dari 1 tahun
  2. Bayi yang tidak mendapatkan imunisasi
  3. Remaja dan dewasa muda yang belum mendapatkan imunisasi kedua.


Gejala

Gejala campak akan mulai timbul dalam waktu 7-14 hari setelah terinfeksi, dengan gejala-gejala seperti :
  1. Panas badan
  2. Nyeri tenggorokan
  3. Hidung meler ( Coryza )
  4. Batuk ( Cough )
  5. Bercak Koplik
  6. Nyeri otot
  7. Mata merah ( conjuctivitis )

Kemudian 2-4 hari muncul bintik putih kecil di mulut bagian dalam (bintik Koplik). Ruam atau kemerahan di kulit yang terasa agak gatal, ini muncul 3-5 hari setelah timbulnya gejala diatas. Ruam ini bisa berbentuk makula (ruam kemerahan yang mendatar) maupun papula (ruam kemerahan yang menonjol). Pada awalnya ruam tampak di wajah, yaitu di depan dan di bawah telinga serta di leher sebelah samping. Dalam waktu 1-2 hari, ruam menyebar ke batang tubuh, lengan dan kaki, sedangkan ruam di wajah mulai memudar.

Pada puncak penyakit, penderita merasa sangat sakit, ruamnya meluas serta suhu tubuhnya mencapai 40° Celsius. 3-5 hari kemudian suhu tubuhnya turun, penderita mulai merasa baik dan ruam yang tersisa segera menghilang.

Gejala lain seperti demam, kecapaian, pilek, batuk dan mata yang radang dan merah selama beberapa hari diikuti dengan ruam jerawat merah yang mulai pada muka dan merebak ke tubuh dan ada selama 4 hari hingga 7 hari.

Pengobatan

Tidak ada pengobatan khusus untuk campak. Anak sebaiknya menjalani istirahat. Untuk menurunkan demam, diberikan asetaminofen atau ibuprofen. Jika terjadi infeksi bakteri, diberikan antibiotik. Maka dari itu harus berjaga-jaga. Disarankan selama sekurang-kurangnya 4 hari setelah ruam muncul penderita tidak boleh keluar rumah (diasingkan).

Pencegahan

Pencegahan penyakit ini dengan diberikan vaksin. Vaksin campak merupakan bagian dari imunisasi rutin pada anak-anak. Vaksin biasanya diberikan dalam bentuk kombinasi dengan gondongan dan campak Jerman (vaksin MMR/mumps, measles, rubella), disuntikkan pada otot paha atau lengan atas.

Jika hanya mengandung campak, vaksin diberikan pada umur 9 bulan. Dalam bentuk MMR, dosis pertama diberikan pada usia 12-15 bulan, dosis kedua diberikan pada usia 4-6 tahun.

Selain pencegahan diatas, bagi yang sudah terkana campak disarankan untuk istirahat minimal 10 hari dan makan makanan yang bergizi agar kekebalan tubuh meningkat.

Sumber referensi :
http://id.wikipedia.org/wiki/Campak
Read More --►

Selasa, 27 Mei 2014

Pengertian Cacar air, Gejala Pencegahan dan Pengobatan

pengertian cacar air gejala pencegahan dan pengobatan
Pengertian Penyakit Cacar air, Gejala Pencegahan dan Pengobatan. Cacar air atau Varicella simplex adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus varicella-zoster yang merupakan anggota dari keluarga virus herpes. Penyakit ini disebarkan secara aerogen. Cacar air adalah penyakit yang umum menyerang anak-anak. Meskipun bukan merupakan penyakit yang serius, namun dibutuhkan perawatan khusus untuk perawatannya.


Sebenarnya cacar air dapat sembuh dengan sendirinya. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan adanya serangan berulang saat individu tersebut mengalami panurunan daya tahan tubuh. Orang yang terkena cacar akan terlihat dalam tempo 2 sampai 3 pekan. hal ini bisa ditandai dengan badan yang terasa panas.

Gejala

Gejala awalnya akan terasa sedikit demam, pilek, cepat merasa lelah, lesu, dan lemah. Gejala-gejala ini khas untuk infeksi virus. Pada kasus yang lebih berat, bisa didapatkan nyeri sendi, sakit kepala dan pusing. Beberapa hari kemudian timbullah kemerahan pada kulit yang berukuran kecil yang pertama kali ditemukan di sekitar dada dan perut atau punggung lalu diikuti timbul di anggota gerak dan wajah.

Kemerahan pada kulit ini lalu berubah menjadi lenting berisi cairan dengan dinding tipis. Ruam kulit ini mungkin terasa agak nyeri atau gatal sehingga dapat tergaruk tak sengaja. Jika lenting ini dibiarkan maka akan segera mengering membentuk keropeng (krusta) yang nantinya akan terlepas dan meninggalkan bercak di kulit yang lebih gelap (hiperpigmentasi). Bercak ini lama-kelamaan akan pudar sehingga beberapa waktu kemudian tidak akan meninggalkan bekas lagi.

Lain halnya jika lenting cacar air tersebut dipecahkan. Krusta akan segera terbentuk lebih dalam sehingga akan mengering lebih lama. kondisi ini memudahkan infeksi bakteri terjadi pada bekas luka garukan tadi. setelah mengering bekas cacar air tadi akan menghilangkan bekas yang dalam. Terlebih lagi jika penderita adalah dewasa atau dewasa muda, bekas cacar air akan lebih sulit menghilang.

Perawatan

Orang yang terkena cacar sebaiknya di karantina. Selama 5 hari setelah ruam mulai muncul dan sampai semua lepuh telah berkeropeng. Selama masa karantina sebaiknya penderita tetap mandi seperti biasa, karena kuman yang berada pada kulit akan dapat menginfeksi kulit yang sedang terkena cacar air. Untuk menghindari timbulnya bekas luka yang sulit hilang sebaiknya menghindari pecahnya lenting cacar air.
Ketika mengeringkan tubuh sesudah mandi sebaiknya tidak menggosoknya dengan handuk terlalu keras. Untuk menghindari gatal, sebaiknya diberikan bedak talk yang mengandung menthol sehingga mengurangi gesekan yang terjadi pada kulit sehingga kulit tidak banyak teriritasi.

Perawatan yang dilakukan ketika terkena cacar air :
  1. Hindari menggosok atau menggaruk cacar yang terjadi akibat penyakit cacar sebab dapat meninggalkan bekas luka yang buruk.
  2. Potong kuku Anda agar kulit Anda aman saat tergaruk.
  3. Kenakan pakaian yang longgar untuk menghindari lecet kulit.
  4. Cobalah berendam di dalam bak mandi yang berisi tepung maizena. Hal ini mampu menenangkan kulit Anda.
  5. Hindari paparan sinar matahari yang terlalu tajam dan udara yang lembab sebab hal ini akan membuat cacar Anda menjadi parah.
  6. Gunakan krim yang dianjurkan dokter untuk meredakan cacar Anda.
  7. Untuk yang memiliki kulit sensitif dapat juga menggunakan bedak talk salycil yang tidak mengandung mentol.
  8. Pastikan anda juga selalu mengonsumsi makanan bergizi untuk mempercepat proses penyembuhan penyakit itu sendiri.
  9. Konsumsi buah- buahan yang mengandung vitamin C seperti jambu biji dan tomat merah yang dapat dibuat juice.

Pencegahan

Untuk mencegah terkena penyakit cacar air akan dilakukan imunisasi. Imunisasi tersedia bagi anak-anak yang berusia lebih dari 12 bulan. Imunisasi ini juga dianjurkan bagi orang di atas usia 12 tahun yang tidak mempunyai kekebalan ataupun mereka yang belum pernah terkena penyakit ini, karena orang dewasa yang terkena penyakit ini, biasanya akan lebih parah dan kadang-kadang dapat pingsan. Bagi yang telah berusia di atas 50 tahun sebaiknya divaksinasi ulang.

Pengobatan

Penyakit cacar dapat diberi penggobatan "Asiklovir" berupa tablet 800 mg per hari setiap 4 jam sekali (dosis orang dewasa, yaitu 12 tahun ke atas) selama 7-10 hari dan salep yang mengandung asiklovir 5% yang dioleskan tipis di permukaan yang terinfeksi 6 kali sehari selama 6 hari. Larutan "PK" sebanyak 1% yang dilarutkan dalam air mandi biasanya juga digunakan.

Setelah tahap penyembuhan lakukan perawatan berikut ini :
  1. Perawatan bekas luka yang ditimbulkan dengan banyak mengonsumsi air mineral untuk menetralisir ginjal setelah mengonsumsi obat
  2. Konsumsi vitamin C plasebo ataupun yang langsung dari buah-buahan segar seperti juice jambu biji, juice tomat dan anggur
  3. Vitamin E untuk kelembaban kulit bisa didapat dari plasebo, minuman dari lidah buaya, ataupun rumput laut. Penggunaan lotion yang mengandung pelembab ekstra saat luka sudah benar- benar sembuh diperlukan untuk menghindari iritasi lebih lanjut.

Sumber referensi :
http://id.wikipedia.org/wiki/Cacar_air

http://www.merdeka.com/sehat/lakukan-6-hal-ini-saat-terkena-cacar-air.html 
Read More --►

Pengertian Kutil Jenis, Gejala dan Pengobatan

pengertian kutil jenis gejala dan pengobatan
kutil
foto : viva.co.id
Pengertian Penyakit Kutil Gejala, Pengobatan dan Pencegahan. Kutil dalam istilah medis disebut Papilloma. Papilloma itu sebenarnya sejenis tumor jinak pada kulit, berasal dari penebalan lapisan luar kulit yang berlebihan. Bentuk kutil ini bisa bermacam-macam ada yang besar dan ada yang kecil. Biasanya kutil tidak terasa sakit bila disentuh namun akan terasa sakit bila dicabut. Bila sudah besar bentuknya menyerupai bunga kol.


Kutil tidaklah berbahaya namun sangat tidak enak dilihat, apalagi ketika muncul dibagian kulit yang terlihat seperti tangan, wajah dan kaki.

Penyebab

Penyebab kutil adalah virus yang disebut Human Papilloma Virus (HPV). Virus ini memang menyerang kulit dan salah satu jenis penyakitnya yaitu menimbulkan kutil kecil-kecil di telapak tangan.
Penyebab kutil dapat menular ke orang lain dengan cara berikut:
  1. Jika seseorang menggaruk atau menggigit kutil yang ada.
  2. Mengisap jari.
  3. Menggigit kuku dapat menyebabkan kutil menyebar pada ujung jari dan sekitar kuku.
  4. Saat mencukur wajah atau kaki.

Jenis

Para ahli penyakit kulit menggolongkan kutil secara umum dalam beberapa kelompok yaitu :

1. Common warts
jenis kutil berpermukaan kasar serta teksturnya berupa benjolan menebal, biasa disebut papula atau plak. Kutil ini sering timbul buku jari, jari, siku dan lutut. Kebanyakan memiliki bintik-bintik kecil gelap yang berasal dari pembuluh darah beku.

2. Verrucas
biasanya muncul di telapak kaki, kadang-kadang di tumit dan jari kaki. Jenis ini dapat menyakitkan dan biasanya tumbuh ke dalam kulit karena adanya tekanan dari telapak kaki. Ciri khasnya memiliki titik hitam di tengah dengan daerah putih disekitarnya yang mengeras.

3. Plane warts
berbentuk bulat, datar, mulus, dan umumnya berwarna kekuningan, kecoklatan, atau menyesuaikan warna kulit penderitanya.

4. Filiform warts
berbentuk panjang dan biasanya ditemukan pada kelopak mata, leher, dan ketiak.

Pengobatan kutil

Dibawah ini adalah beberapa obat yang dapat mengobati kutil :
  1. Asam salisilat, merupakan asam yang melunakkan permukaan kulit dan menyebabkan kulit meluruh dan mudah dirontokkan. Ini adalah pengobatan paling umum untuk kutil. Hanya saja pengobatan ini membutuhkan waktu berminggu-minggu hingga hitungan bulan.
  2. Krim Retinoid (Retin-A, Avita), Merupakan obat yang menghalangi pertumbuhan sel kulit.
  3. Cantharidin (Cantharone, Cantharone Plus), adalah obat yang disuntikkan atau dioleskan dan menyebabkan kutil dan kulit di sekitarnya melepuh sehingga kutil bisa diangkat. Pengobatan ini hanya bisa didapat di ruang praktek dokter.
  4. Bichloracetic acid (BCA), membunuh kutil dengan menghancurkan protein di dalam selnya. Biasanya digunakan untuk kutil di telapak tangan atau kaki. BCA juga bisa menyerang sel normal, sehingga harus diaplikasikan dengan hati-hati.
  5. Nitrogen, Nitrogen dalam bentuk cair bisa disemprotkan kepada kutil dan menyebabkan kutil mengeras dan menjadi rapuh sehingga mudah dibuang oleh dokter. Hanya saja cara ini mungkin menimbulkan rasa tidak nyaman.

Itulah pengertian singkat dari penyakit kutil mulai dari penyebab, jenis pencegahan dan pengobatan. Semoga bermanfaat

Sumber referensi :
http://id.wikipedia.org/wiki/Kutil
http://health.detik.com/read/2010/03/23/135053/1323590/763/1/dari-mana-munculnya-kutil
Read More --►

Selasa, 29 April 2014

Obat Alami Mengobati Kurap Kadas dan Panu

Obat alami mengobati Kurap, kadas, dan panu. Penyakit kulit seperti panu dan kurap disebabkan oleh jamur. Obat anti jamur untuk mengobati penyakit tersebut kini sudah banyak tersedia di apotik-apotik dalam bentuk salep ataupun cair. Namun bagi anda yang ingin mencoba cara alternativ untuk mengobati penyakit kulit ini, dapat melihat ulasan dibawah ini seperti yang dilansir merdeka.com

Bahan alami mengobati penyakit kurap kadas dan panu

1. Lidah Buaya

Lidah buaya tidak dapat menghilangkan jamur, namun dapat membantu melawan iritasi kulit akibat ruam. Gosokkan lender lidah buaya pada kulit yang terinfeksi jamur, biarkan sampai kering dan bilas dengan air hangat.

Baca Juga : Penyakit Kadas Kurap Jenis Gejala dan Penyebabnya

2. Lengkuas

Lengkuas dikenal sebagai bumbu dapur namun dapat berfungsi sebagai anti-jamur. Parut lengkuas kemudian tempatkan pada kulit yang terinfeksi jamur, biarkan hinggar kering lalu bilas dengan air hangat.

3. Bawang Putih

Selain sebagai bumbu dapur bawang putih juga memiliki sifat anti-jamur yang ampuh melawan penyakit kulit. Haluskan bawang putih dan tempelkan pada kulit yang terinfeksi. Gunakan tiga kali dalam sehari selama satu atau dua minggu untuk perawatan yang efektif.

4. Daun Tembakau

Daun tembakau juga dapat mengobati penyakit kulit. Ambil beberapa helai daun tembakau lalu ditumbuk halus dan dioleskan pada kulit yang terkena kurap. Lakukan perawatan ini secara teratur 1-2 kali sehari.

Baca Juga : Penyebab Panu Tidak Sembuh

5. Belerang

Belerang atau sulfur adalah salah satu bahan alami yang dipercaya dapat menangkal berbagai masalah kesehatan kulit, termasuk membunuh bakteri dan jamur. Kandungan belerang dapat ditemui pada permandian air panas. Sehingga jika anda ingin menghilangkan penyakit kulit ini dapat berendam di permandian air panas yang mempunyai kada belerang yang tinggi.
Read More --►

Penyebab Panu Tidak Sembuh

Penyebab Panu Tidak Kunjung Sembuh. Dari beberapa orang yang terkena panu, sangat sulit menyebuhkan penyakit ini. Kadang beberapa cara telah dilakukan untuk mencoba menyembuhkannya. Tetapi tetap saja sangat sulit untuk menghilangkannya. Apa kira-kira yang menyebabkan panu tak kunjung sembuh? Berikut alasannya seperti yang dilansir detikhealt.

Menurut dr. Susie Rendra SpKK, dokter spesialis kulit dan kelamin detikhealth, penyebab panu tak kunjung sembuh adalah karena jamur penyebab panu menghasilkan suatu zat bernama asam azaleat, yang menyebabkan warna kulit terinfeksi menjadi lebih pucat.

Baca Juga : Penyebab Gejala dan Pencegahaan Penyakit Panu

Ketika menggunakan obat-obatan panu yang bersifat anti jamur, sebenarnya ini sudah membunuh jamur penyebab panu.  Namun saat sembuh pun warna kulit pucat atau putih tersebut tetap bertahan lebih lama. Hal ini yang dianggap oleh beberapa orang bahwa panunya belum sembuh, padahal yang tersisa mungkin hanyalah bekas panu, sedangkan jamurnya sudah mati.

Bekas putih oleh penyakit panu tidak bisa disembuhkan oleh obat-obat. Obat panu berguna hanya untuk membunuh jamur penyebab panu. Bekas putih sisa panu ini akan hilang secara perlahan dengan sendirinya, atau dapat dipercepat dengan banyak berjemur. Jamur penyebab panu tersebut sebenarnya secara normal dapat dijumpai pada kulit semua orang.

Baca Juga : Obat Alami Mengobati Kadas Kurap dan Panu

Selain itu kita juga seharusnya menjaga kesehatan kulit. Karena panu yang tak kunjung sembuh bisa disebabkan karena kesehatan kulit anda juga tidak dirawat. Misalnya faktor sering berkeringat, kelembaban kulit yang tinggi dan daya tahan tubuh yang rendah dapat memicu jamur panu ini berkembangan secara pesat. Jadi selagi dalam proses penyembuhan, sebaiknya jagalah kesehatan kulit anda.
Read More --►

Awas Kurap Pada Hewan Dapat Menular Ke Manusia

Kurap pada hewan dapat menular ke manusia. Mempunyai hewan peliharaan sangat menyenangkan. Selain itu memelihara hewan-hewan lucu dapat menghilangkan stress. Namun sebaiknya bagi anda yang mempunyai hewan peliharaan agar berhati-hati. Hewan peliharaan yang tidak dirawat akan sangat kemungkinan terkena kurap. Dan menurut penelitian kurap pada hewan dapat juga menular ke manusia.


"Bisa, demodecosis yaitu penyakit kulit yang ada di anjing disebabkan seperti tungau. Begitu yang bisa terbang dan nempel di rambut, di pori-pori rambut (manusia)," jelas drh. Olan Sebastian, MM, dari Ikatan Alumni Kedokteran Hewan IPB seperti yang dilansir healtdetik

Menurut drh Olan, penyakit kulit pada anjing disebabkan oleh tungau. Tungau tersebut bisa terbang sehingga dapat menyebabkan penularan pada manusia. Orang yang memegang hewan peliharaan yang terkena kurap dapat tertular kurap melalui kukunya, apa lagi ketika menggaruk kepala maka tungau bisa masuk ke pori-pori rambut. Demodex yang membentuk kurap di kulit ini lebih spesifik terjadi pada anjing. Tapi juga terdapat pada kucing, kelinci dan kambing.

Hal itu juga di katakana oleh drh. Wiwiek Bagja. Menurutnya, penyakit ini dulu terkenal sering menyerang orang India yang suka memelihara jambang atau udeng-udeng, sehingga rambutnya tertutup dan kurang perawatan sehingga mudah tertular penyakit demodex.


Awal gejalanya berbentuk bulat lalu di pinggirnya merah-merah. Lebih lanjut, drh Wiwiek menjelaskan bahwa gejala awal demodex hanya ditandai dengan titik merah, lalu makin melebar membentuk kurap. Biasanya di bagian pinggir akan berwarna merah dan di tengahnya mengkilap dengan ukuran selebar koin. Untuk mengobatinya dapat menggunakan obat penghilang kutu atau dengan cara keramas. Namun kulit kepala atau jambang yang terkena kurap ini harus di gunduli agar obat benar-benar masuk ke pori-pori.
Read More --►

Sabtu, 19 Oktober 2013

Penyebab Gejala dan Pencegahan Penyakit Kulit Panu

penyakit kulit panu
Penyakit Panau atau Panu (Tinea versicolor) adalah jenis penyakit kulit yang disebabkan oleh jamur Candida albicans. Penyakit panu ditandai dengan adanya bercak-bercak yang terdapat pada kulit dan terasa gatal pada saat berkeringat. Bercak-bercak ini bisa berwarna putih, coklat atau merah tergantung kepada warna kulit penderita.


Penyakit kulit ini biasanya banyak dijumpai pada remaja usia belasan. Meskipun begitu panu juga bisa ditemukan pada penderita berumur yang lebih tua atau lebih muda. Penyakit ini biasanya menyerang kulit di daerah yang menghasilkan banyak keringat seperti pada bagian atas dada, lengan, leher, perut, kaki, ketiak, lipatan paha, muka dan kepala. Panu terutama ditemukan di daerah yang lembab dan dilindungi pakaian.

Baca Juga : Penyebab Panu Tak Kunjung Sembuh

Obat penyakit panu sekarang sudah banyak di jual di apotik apotik terdekat, namun ada beberapa cara pengobatan secara herbal yaitu

Bawang putih
Ambil 1-2 butir bawang putih, kemudian potong menjadi 2 bagian, gosokk-gosokkan pada bagian yang terdapat panu. Lakukan hal tersebut 2 kali sehari hingga jamur penyebab panu mengelupas.

Lengkuas
Ambillah lengkuas yang masih segar agar mengandung banyak air. Kemudian potong – potong dan oleskan belahan lengkuas tadi pada bagian yang terdapat panu. Lakukan secara rutin sehabis mandi. Dengan cara ini maka panu akan berangsur-angsur hilang.

Jeruk nipis
Ambilah 1 buah jeruk nipis dan sedikit belerang. Haluskan belerang sambil memotong beberapa bagian jeruk nipis. Setelah mandi celupkan jeruk nipis tadi ke dalam halusan belerang dan oleskan pada bagian yang terdapat panunya. Lakukan secara rutin setiap hari hingga panu hilang.

Belimbing Wuluh
Cuci 10 buah belimbing wuluh dan giling hingga halus. Tambahkan kapur sirih sebesar biji asam jawa. Remas-remas hingga rata dan gunakan ramuan ini untuk menggosok kulit yang terserang panu 2 kali sehari.

Baca Juga : Obat Alami Mengobati Kadas Kurap dan Panu

Faktor-faktor yang menjadi penyebab timbulnya panu :

- Lembab dan panas dari lingkungan, dari pakaian ketat, dan pakaian tak menyerap keringat
- Keringat berlebihan karena berolahraga atau karena kegemukan
- Friksi atau trauma minor, misalnya gesekan pada paha orang gemuk
- Keseimbangan flora tubuh normal terganggu, antara lain karena pemakaian antibiotik, atau hormonal dalam jangka panjang.

Gejala Dan Tanda-Tanda Penyakit Panu

Tanda dan gejala dari penyakit panu biasanya akan timbul ruam kulit dalam berbagai ukuran dan warna, lalu di tutupi oleh sisik halus dengan rasa gatal. Terkadang timbul tanpa adanya keluhan dan hanya gangguan kosmetik saja. Warna-warna ruam kulit pada penyakit panu ini tergantung dari pigmen normal kulit penderita, paparan sinar matahari dan lamanya penyakit. Namun, terkadang warna ruam kulit sulit untuk dilihat. Tinea versicolor dapat terjadi di mana saja seperti di permukaan kulit, lipat paha, ketiak, leher, punggung, dada, lengan dan wajah.

Pencegahan penyakit panu :
- Jaga kesehatan anggota tubuh
- Biasakan tidak memakai peralatan mandi bergantian, seperti handuk
- Setelah habis setiap olah raga ada baiknya langsung mandi yangg bersih menggunakan sabun anti-septik
- Selalu mengkonsumsi vitamin C

Referensi :
http://kesehatan.us/2012/07/kenali-penyebab-gejala-dan-pengobatan-penyakit-panu/
http://id.wikipedia.org/wiki/Panau
Read More --►

Rabu, 02 Oktober 2013

Penyebab, Gejala dan Pencegahan Penyakit Kusta (Lepra)

Kusta lepra wikipedia
Penyakit kusta atau lepra (leprosy) atau disebut juga Morbus Hansen, adalah sebuah penyakit infeksi menular kronis yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae. Indonesia dikenal sebagai satu dari tiga negara yang paling banyak memiliki penderita kusta. Dua negara lainnya adalah India dan Brazil. Umumnya penyakit kusta terdapat di negara yang sedang berkembang, dan sebagian besar penderitanya adalah dari golongan ekonomi lemah.

Istilah kusta berasal dari bahasa sansekerta, yakni kushtha berarti kumpulan gejala-gejala kulit secara umum. Penyakit ini diduga berasal dari Afrika atau Asia Tengah yang kemudian menyebar keseluruh dunia lewat perpindahan penduduk. Penyakit ini masuk ke Indonesia diperkirakan pada abad ke IV-V yang diduga dibawa oleh orang-orang India yang datang ke Indonesia untuk menyebarkan agamanya dan berdagang. Pada 1995, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan terdapat dua hingga tiga juta jiwa yang cacat permanen karena kusta.

Konon, kusta telah menyerang manusia sejak 300 SM, dan telah dikenal oleh peradaban Tiongkok kuna, Mesir kuna, dan India. Pada 1995, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan terdapat dua hingga tiga juta jiwa yang cacat permanen karena kusta.  Walaupun pengisolasian atau pemisahan penderita dengan masyarakat dirasakan kurang perlu dan tidak etis, beberapa kelompok penderita masih dapat ditemukan di berbagai belahan dunia, seperti India dan Vietnam.

Penyakit ini adalah tipe penyakit granulomatosa pada saraf tepi dan mukosa dari saluran pernapasan atas; dan lesi pada kulit adalah tanda yang bisa diamati dari luar.[5] Bila tidak ditangani, kusta dapat sangat progresif, menyebabkan kerusakan pada kulit, saraf-saraf, anggota gerak, dan mata. Tidak seperti mitos yang beredar di masyarakat, kusta tidak menyebabkan pelepasan anggota tubuh yang begitu mudah, seperti pada penyakittzaraath.

Penemuan umum penyakit kusta 
Penyakit Hansen atau Penyakit Morbus Hansen yang dahulu dikenal sebagai penyakit kusta atau lepra adalah sebuah penyakit infeksi kronis yang sebelumnya, diketahui hanya disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae, hingga ditemukan bakteri Mycobacterium lepromatosis oleh Universitas Texas pada tahun 2008, yang menyebabkan endemik sejenis kusta di Meksiko dan Karibia, yang dikenal lebih khusus dengan sebutandiffuse lepromatous leprosy. Sedangkan bakteri Mycobacterium leprae ditemukan oleh seorang ilmuwan Norwegia bernama Gerhard Henrik Armauer Hansen pada tahun 1873 sebagai patogen yang menyebabkan penyakit yang telah lama dikenal sebagai lepra. Saat ini penyakit lepra lebih disebut sebagai penyakit Hansen, bukan hanya untuk menghargai jerih payah penemunya, melainkan juga karena kata leprosy dan lepermempunyai konotasi yang begitu negatif, sehingga penamaan yang netral lebih diterapkan untuk mengurangi stigma sosial yang tak seharusnya diderita oleh pasien kusta.

Penyebab :
Penyakit kusta disebabkan oleh kuman yang dimakan sebagai microbakterium, dimana microbacterium ini adalah kuman aerob, tidak membentuk spora, berbentuk batang yang tidak mudah diwarnai namun jika diwarnai akan tahan terhadap dekolorisasi oleh asam atau alkohol sehingga oleh karena itu dinamakan sebagai basil “tahan asam”.




Mekanisme penularan yang tepat belum diketahui. Beberapa hipotesis telah dikemukakan seperti adanya kontak dekat dan penularan dari udara. Dan diduga faktor genetika juga ikut berperan, setelah melalui penelitian dan pengamatan pada kelompok penyakit kusta di keluarga tertentu. Belum diketahui pula mengapa dapat terjadi tipe kusta yang berbeda pada setiap individu.

Masa inkubasi pasti dari kusta belum dapat dikemukakan. Beberapa peneliti berusaha mengukur masa inkubasinya. Masa inkubasi minimum dilaporkan adalah beberapa minggu, berdasarkan adanya kasus kusta pada bayi muda.Masa inkubasi maksimum dilaporkan selama 30 tahun. Hal ini dilaporan berdasarkan pengamatan pada veteran perang yang pernah terekspos di daerah endemik dan kemudian berpindah ke daerah non-endemik. Secara umum, telah disetujui, bahwa masa inkubasi rata-rata dari kusta adalah 3-5 tahun.

Ciri-ciri umum :
Manifestasi klinis dari kusta sangat beragam, namun terutama mengenai kulit, saraf, dan membran mukosa. Pasien dengan penyakit ini dapat dikelompokkan lagi menjadi 'kusta tuberkuloid (Inggris: paucibacillary), kusta lepromatosa (penyakit Hansen multibasiler), atau kusta multibasiler (borderline leprosy).

Kusta multibasiler, dengan tingkat keparahan yang sedang, adalah tipe yang sering ditemukan. Terdapat lesi kulit yang menyerupai kusta tuberkuloid namun jumlahnya lebih banyak dan tak beraturan; bagian yang besar dapat mengganggu seluruh tungkai, dan gangguan saraf tepi dengan kelemahan dan kehilangan rasa rangsang. Tipe ini tidak stabil dan dapat menjadi seperti kusta lepromatosa atau kusta tuberkuloid.

Kusta tuberkuloid ditandai dengan satu atau lebih hipopigmentasi makula kulit dan bagian yang tidak berasa (anestetik).

Kusta lepormatosa dihubungkan dengan lesi, nodul, plak kulit simetris, dermis kulit yang menipis, dan perkembangan pada mukosa hidung yang menyebabkan penyumbatan hidung (kongesti nasal) dan epistaksis (hidung berdarah) namun pendeteksian terhadap kerusakan saraf sering kali terlambat.

Tidak sejalan dengan mitos atau kepercayaan yang ada, penyakit ini tidak menyebabkan pembusukan bagian tubuh. Menurut penelitian yang lama oleh Paul Brand, disebutkan bahwa ketidakberdayaan merasakan rangsang pada anggota gerak sering menyebabkan luka atau lesi. Kini, kusta juga dapat menyebabkan masalah pada penderita AIDS.

Tanda-tanda :
Tanda-tanda penyakit kusta bermacam-macam, tergantung dari tingkat atau tipe dari penyakit tersebut. Secara umum, tanda-tanda itu adalah :
  • Adanya bercak tipis seperti panu pada badan/tubuh manusia
  • Pada bercak putih ini pertamanya hanya sedikit, tetapi lama-lama semakin melebar dan banyak.
  • Adanya pelebaran syaraf terutama pada syaraf ulnaris, medianus, aulicularis magnus seryta peroneus. Kelenjar keringat kurang kerja sehingga kulit menjadi tipis dan mengkilat.
  • Adanya bintil-bintil kemerahan (leproma, nodul) yarig tersebar pada kulit
  • Alis rambut rontok
  • Muka berbenjol-benjol dan tegang yang disebut facies leomina (muka singa)
Gejala-gejala umum pada lepra, reaksi :
Panas dari derajat yang rendah sampai dengan menggigil, Anoreksia, Nausea, kadang-kadang disertai vomitus, Cephalgia, Kadang-kadang disertai iritasi, Orchitis dan Pleuritis, Kadang-kadang disertai dengan Nephrosia, Nepritis dan hepatospleenomegali, Neuritis.

Pengobatan :
Pengobatan yang efektif terhadap penyakit kusta ditemukan pada akir 1940-an dengan diperkenalkannya dapson dan derivatnya. Bagaimanapun juga, bakteri penyebab lepra secara bertahap menjadi kebal terhadap dapson dan menjadi kian menyebar. Hal ini terjadi hingga ditemukannya pengobatan multiobat pada awal 1980-an dan penyakit ini pun mampu ditangani kembali.

Pada 1985, kusta masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di 122 negara. Pada Pertemuan Kesehatan Dunia (WHA) ke-44 di Jenewa, 1991, disetujui resolusi untuk menghapus kusta sebagai masalah kesehatan masyarakat pada tahun 2000, dan berusaha untuk ditekan menjadi 1 kasus per 100.000. WHO diberikan mandat untuk mengembangkan strategi penghapusan kusta.

Kelompok Kerja WHO melaporkan Kemoterapi Kusta pada 1993 dan merekomendasikan dua tipe terapi multiobat standar. Yang pertama adalah pengobatan selama 24 bulan untuk kusta lepromatosa dengan rifampisin, klofazimin, dan dapson. Yang kedua adalah pengobatan 6 bulan untuk kusta tuberkuloid dengan rifampisin dan dapson.

Obat terapi multiobat kusta.Sejak 1995, WHO memberikan paket obat terapi kusta secara gratis pada negara endemik, melalui Kementrian Kesehatan. Strategi ini akan bejalan hingga akhir 2010. Pengobatan multiobat masih efektif dan pasien tidak lagi terinfeksi pada pemakaian bulan pertama. Cara ini aman dan mudah. Jangka waktu pemakaian telah tercantum pada kemasan obat.

Hingga saat ini tidak ada vaksinasi untuk penyakit kusta. Dari hasil penelitian dibuktikan bahwa kuman kusta yang masih utuh bentuknya, lebih besar kemungkinan menimbulkan penularan dibandingkan dengan yang tidak utuh. Jadi faktor pengobatan adalah amat penting dimana kusta dapat dihancurkan, sehingga penularan dapat dicegah.

Referensi :
http://www.indosiar.com/ragam/apa-dan-bagaimana-penyakit-kusta_79313.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Penyakit_Hansen
Read More --►
Energy Saving Mode
Gunakan Mouse untuk Keluar Mode Energy Saving